SERANG – Malam di Kampung Maja, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, yang biasanya tenang berubah mencekam ketika api tiba-tiba melahap deretan kios semi permanen pada Minggu, 30 November 2025. Suasana yang semula hanya ditemani cahaya lampu jalan mendadak penuh kilatan merah-oranye ketika kobaran api muncul dari salah satu kios dan dengan cepat membesar, menarik perhatian warga yang sedang beraktivitas maupun yang tengah beristirahat di rumah masing-masing. Dalam hitungan menit, kepulan asap tebal mulai membumbung tinggi, mengisi langit malam dan mengundang kepanikan di sekitar lokasi.
Warga yang pertama kali menyadari adanya kebakaran adalah Medi, seorang penduduk setempat yang kebetulan melintas di sekitar deretan kios tersebut. Sekitar pukul 19.30 WIB, ia melihat kepulan asap tipis yang keluar dari kios frozen food milik Nanda, warga Perumahan Ciruas Land, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Awalnya, ia mengira asap tersebut berasal dari aktivitas pemilik kios, namun ketika didekati, suara letupan kecil terdengar dari dalam kios yang sudah tertutup. Letupan itu disusul kobaran api yang langsung membumbung, sehingga jelas bahwa situasinya jauh lebih serius dari dugaan awal.
Deretan kios yang terbakar merupakan bangunan semi permanen dengan dinding utama terbuat dari kayu dan triplek. Material seperti ini sangat mudah memicu rambatan api dalam waktu singkat. Begitu api mulai menyambar sisi kios, bara langsung merangkak menuju bangunan lain yang berada berdekatan. Dalam hitungan menit, enam kios yang berdiri saling menempel itu telah dilalap api tanpa bisa dibendung oleh warga yang berupaya menolong dengan alat seadanya. Keterbatasan sumber air dan cepatnya penyebaran api membuat mereka hanya bisa mengamankan area di sekitar lokasi sambil berharap bantuan segera datang.
Kios yang hangus terbakar terdiri dari berbagai jenis usaha yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi kecil masyarakat sekitar. Di antaranya kios kosmetik dan perlengkapan bayi, kios perlengkapan bayi lainnya, sebuah barbershop, tempat pencucian motor, kios sepatu, dan kios frozen food yang menjadi sumber awal munculnya api. Para pemilik kios yang mengetahui kabar kebakaran berlarian menuju lokasi, namun sebagian besar dari mereka hanya bisa menyaksikan bangunan tempat usaha dan mata pencaharian mereka berubah menjadi tumpukan bara dan puing-puing hitam.
Tak lama setelah laporan warga diterima, personel Polsek Cikande dan tim pemadam kebakaran dari Nikomas bergerak cepat menuju lokasi. Mobil pemadam kebakaran dari Nikomas tiba lebih dulu dan langsung menyemprotkan air ke titik api utama, sementara petugas lain membantu mengamankan area agar warga tidak mendekat terlalu dekat ke sumber api. Beberapa menit kemudian, armada pemadam dari Kabupaten Serang datang untuk memperkuat proses pemadaman yang semakin menantang karena api sudah menyebar hampir ke seluruh bagian kios.
Kobaran api yang intens membuat petugas pemadam harus bekerja keras menaklukkan si jago merah. Upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencegah agar api tidak menyambar bangunan lain yang berada di belakang deretan kios tersebut. Kondisi malam hari yang gelap serta hembusan angin membuat proses pemadaman memerlukan fokus ekstra. Petugas dan warga saling berkoordinasi, memastikan seluruh titik panas terjangkau dan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan.
Baca Juga:
BPKP Tegas Bantah Klaim KPK soal Awal Mula Dugaan Korupsi ASDP
Setelah berjibaku hampir dua jam, akhirnya api berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 21.30 WIB. Sisa-sisa bangunan kios terlihat hangus tak berbentuk, dan sebagian besar barang dagangan para pemilik usaha sudah tidak dapat diselamatkan. Meski demikian, warga dan petugas sama-sama bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materi memang belum dapat dipastikan jumlahnya, namun terlihat jelas bahwa para pemilik kios mengalami kerugian besar mengingat seluruh isi bangunan ludes terbakar.
Kapolsek Cikande, AKP Tatang, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dari salah satu kios. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut. Menurutnya, laporan awal yang diterima menjadi dasar bahwa kebakaran kemungkinan besar dipicu oleh arus pendek yang kemudian memunculkan percikan hingga akhirnya membakar seluruh bagian kios yang berbahan dasar kayu.
Ia juga menyampaikan bahwa kebakaran seperti ini sering kali diperparah akibat instalasi listrik yang tidak layak atau tidak diperiksa secara berkala oleh para pemilik usaha. Instalasi di kios semi permanen biasanya dibuat seadanya dan tidak mengikuti standar keamanan listrik yang seharusnya. Itulah sebabnya ketika terjadi korsleting kecil, api dapat menyambar dengan cepat dan sulit dikendalikan jika tidak segera ditangani.
Setelah api dipadamkan dan situasi dinyatakan aman, petugas dari Polsek Cikande memasang garis polisi untuk memastikan tidak ada warga yang memasuki area yang masih berbahaya. Puing-puing bangunan yang rentan roboh menjadi perhatian utama. Selain itu, kepolisian juga melakukan pendataan para pemilik kios yang terdampak untuk memudahkan proses pelaporan dan pendampingan pasca kejadian. Pemerintah desa diharapkan dapat ikut memberikan dukungan bagi korban, baik dalam bentuk bantuan sementara maupun koordinasi terkait proses pemulihan area tersebut.
Kapolsek juga memberikan imbauan kepada seluruh pemilik usaha kecil agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Langkah sederhana seperti memeriksa kabel listrik, memastikan tidak ada sambungan listrik yang longgar, serta menghindari penggunaan alat elektronik berdaya tinggi yang tidak sesuai spesifikasi dapat meminimalisir risiko. Ia menegaskan bahwa musibah ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja jika faktor keselamatan diabaikan.
Warga yang berkumpul di sekitar lokasi kebakaran tampak saling membantu membersihkan area dan menghibur para pemilik kios yang terdampak. Meski suasana sedih tidak dapat dihindari, solidaritas masyarakat terlihat begitu kuat. Mereka menyadari bahwa musibah seperti ini bisa menimpa siapa saja, dan dukungan moral sangat penting bagi mereka yang kehilangan sumber penghasilan.
Baca Juga:
Polemik Pembongkaran Jembatan Kereta Api UNESCO di Lembah Anai Picu Penolakan Warga
Peristiwa kebakaran di Kampung Maja ini menjadi gambaran betapa pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di kawasan padat dengan bangunan semi permanen. Meski api telah padam, dampaknya akan dirasakan cukup lama oleh para pemilik kios yang harus memulai kembali usaha mereka dari awal. Dukungan dari berbagai pihak menjadi harapan agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan para korban dapat bangkit memperbaiki kehidupan mereka setelah musibah ini.












