PURBALINGHA – Program transfer langsung Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari Kemendikdasmen membawa dampak positif yang meluas, tak hanya bagi kesejahteraan guru bersertifikasi, namun juga bagi peningkatan kualitas pendidikan dan rekan sejawat. Di Purbalingga, para guru menunjukkan kepedulian luar biasa dengan berbagi rezeki.
“Di SMPN 1 Purbalingga, kami tidak sekadar menikmati TPG, tetapi berbagi dengan teman-teman guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) yang tak menerima tunjangan,” ujar Yohana dalam acara Press Tour Kemendikdasmen di SMPN 1 Purbalingga, Jumat (13/6/2025). Ia menjelaskan, bagi mereka yang belum menerima tunjangan, bantuan ini sangat berarti.
Hal senada disampaikan Rina Eka Yuliyanti, guru SMP Negeri 5 Purbalingga. Sekolahnya memiliki kebijakan internal di mana setiap guru penerima TPG menyetor Rp 100.000 untuk membantu GTT dan PTT. “Setiap TPG cair, semuanya merasakan manfaatnya, bukan hanya kami yang menerima,” tutur Rina.
Baca Juga:
Truk Randurlap Brimob Terjun ke Jurang di Lampung: Kronologi Lengkap Kecelakaan 30 Meter
Lain lagi di SDN 1 Pagerandong. Kepala sekolah, Hastin Widiyanti, menjelaskan meskipun tidak diwajibkan, para guru secara sukarela menyisihkan sebagian TPG untuk membantu sesama. “Manfaatnya dirasakan semua, bukan hanya penerima saja,” ungkapnya.
TPG tak hanya bermanfaat secara sosial, tetapi juga untuk peningkatan kualitas pendidikan. Yohana, misalnya, memanfaatkan TPG untuk melanjutkan pendidikan S2 dan membeli laptop untuk media pembelajaran. Rina, guru PJOK, menggunakannya untuk membeli sarana dan prasarana olahraga, termasuk mendukung siswa mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) futsal.
Baca Juga:
Baru Dilantik, Amran Sulaiman Pasang Target Tinggi: Swasembada Pangan Setahun!
Kesimpulannya, program TPG tak hanya meningkatkan kesejahteraan guru, tetapi juga mendorong kepedulian sosial dan peningkatan kualitas pendidikan. Para guru di Purbalingga membuktikan bahwa kebaikan dapat berlipat ganda.
















