SERANG – Minggu (13/7/2025) menjadi saksi bisu pengukuhan Badan Pengurus Pusat Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassari (AMSY) periode 2025-2030 di Gedung Negara Provinsi Banten. Acara penting ini dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, yang menekankan pentingnya optimisme generasi muda dan melestarikan hubungan historis antara Banten dan Sulawesi Selatan.
Pengukuhan AMSY, yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Awaluddin Tjalla Daeng Liwang (Ketua Badan Pengurus Nasional Ikatan Kerukunan Keluarga Gowa), turut dihadiri oleh tokoh masyarakat Banten dan Sulawesi Selatan. Gubernur Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan, “Ini bukan soal baru atau lama, tapi soal semangat dan integritas. Saya sangat mendukung setiap gerakan yang memunculkan optimisme, karena itu yang dibutuhkan Banten!”
Beliau menambahkan, Banten memiliki potensi alam dan SDM yang luar biasa, namun perlu dibarengi optimisme dan kerja keras. “Kita punya segalanya, tapi tanpa semangat, semua akan sia-sia. Mari kita fokus membangun bersama orang-orang yang optimis,” tegasnya.
Pemilihan Gedung Negara sebagai lokasi pengukuhan bukan tanpa makna. Gubernur Andra Soni menjelaskan, gedung tersebut merupakan saksi bisu sejarah Banten sebagai entitas otonom, dan mengingatkan peran penting H. Hakamuddin Djamal, Pjs. Gubernur Banten pertama dari Sulawesi Selatan (17 November 2000 – 11 Januari 2002), sebagai jembatan awal hubungan kedua daerah. “Ini bukti kontribusi Sulsel sejak awal pembangunan Banten,” ujarnya.
Baca Juga:
Gubernur Andra Soni Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Pesisir Pandeglang
Harapan Gubernur Andra Soni, AMSY menjadi wadah yang menumbuhkan optimisme, menyebarkan ilmu, dan mengukuhkan karakter kepemudaan yang kuat. “Mari kita teruskan semangat Syekh Yusuf Al-Makassari, membangun masyarakat yang berilmu, santun, dan berjiwa pemimpin,” pesannya.
Arief Rosyid Hasan Daeng Mattawang, yang resmi dilantik sebagai Ketua Umum AMSY, menyatakan komitmen untuk melanjutkan persahabatan dan sejarah panjang Banten-Sulawesi Selatan yang telah terjalin lebih dari 300 tahun, sejak masa Syekh Yusuf Al-Makassari dan Sultan Ageng Tirtayasa. “Kami akan merawat warisan sejarah dan mencari jejak-jejak sejarah yang terputus,” ucapnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Serang, Nur Agus Aulia; Tokoh masyarakat Banten, Embay Mulya Syarif; Ulama Sulawesi Selatan, Syekh Sayyid Abd Rahim Assegaf (Puang Makka); Wakil Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Ibnu Munzir; dan Kepala Dinas Pariwisata Sulsel, Dr. Ir. H. Muhammad Arafah.
Baca Juga:
Jaringan Sabu “Golden Crescent” Terbongkar di Jakarta!
Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama besar asal Makassar, merupakan mufti Kesultanan Banten, guru putra Sultan Ageng Tirtayasa, dan tokoh perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
















