• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, Maret 24, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Jakarta Resmi Menjadi Kota Terbesar di Dunia, Geser Posisi Tokyo Setelah Puluhan Tahun

Yustinus Agus by Yustinus Agus
28/11/2025
0
Jakarta Resmi Menjadi Kota Terbesar di Dunia, Geser Posisi Tokyo Setelah Puluhan Tahun
0
SHARES
3
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Ibukota Indonesia, Jakarta, resmi memimpin peringkat sebagai kota dengan jumlah penduduk terbesar di dunia pada tahun 2025 — sebuah loncatan besar yang menandai perubahan dramatis dalam peta urbanisasi global. Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tepatnya dokumen World Urbanization Prospects 2025, populasi wilayah metropolitan Jakarta tercatat mencapai 41,9 juta jiwa.

Angka ini menggeser dominasinya kota-kota besar seperti Tokyo (Jepang) — yang selama puluhan tahun dikenal sebagai kota terpadat di dunia — ke posisi ketiga. Di belakang Jakarta, posisi kedua kini diisi oleh ibu kota Bangladesh, Dhaka, yang juga mengalami lonjakan populasi signifikan dengan sekitar 36,6 juta jiwa.

Meski terdengar mengejutkan, kemenangan Jakarta bukan semata soal angka mutakhir — melainkan dampak dari definisi baru yang diperkenalkan PBB untuk menghitung “kota”. Untuk mengatasi perbedaan statistik antarnegara, PBB kini menetapkan definisi berdasarkan “agglomerasi yang berdekatan” (contiguous agglomeration), yaitu area urban di mana sel-sel satu kilometer persegi memiliki kepadatan minimal 1.500 penduduk. Metode ini memungkinkan perbandingan yang lebih adil dan konsisten antar kota di seluruh dunia, sehingga beberapa wilayah metropolitan — termasuk Jakarta — yang sebelumnya terpisah secara administratif kini digabung sebagai satu kesatuan urban.

BacaJuga

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Akibatnya, skala besar dari urbanisasi dan ekspansi wilayah turut mendorong berlainan hasil dibanding data masa lalu. Di tahun 2000, misalnya, Jakarta tercatat memiliki sekitar 25,6 juta jiwa — jauh di bawah puncak kini.

Fenomena ini mencerminkan revolusi urban global: Asia kini mendominasi daftar kota-kota paling padat di dunia. Dari 33 “megacity” (kota dengan lebih dari 10 juta penduduk) pada 2025, 19 di antaranya berada di benua Asia — dan sembilan di antaranya menghuni posisi 10 besar. Di luar Jakarta, kota-kota seperti Dhaka, serta kota besar di India dan Tiongkok — seperti New Delhi, Shanghai, Guangzhou, Manila, Kolkata, dan Seoul — turut mendominasi peringkat tertinggi. Bahkan satu-satunya kota non-Asia dalam daftar 10 besar adalah Kairo, Mesir.

Baca Juga:
Pemberdayaan Masyarakat Bantaran Sungai Gus Ipul Masuki Tahap Perencanaan Teknis

Menurut analisis PBB, lonjakan populasi di kota-kota besar ini dipicu oleh migrasi massal dari pedesaan. Banyak orang berpindah ke kota untuk mengejar peluang ekonomi, pekerjaan, dan pendidikan. Di sisi lain, faktor tekanan lingkungan — seperti risiko banjir, naiknya permukaan air laut, dan perubahan iklim — juga menjadi pemicu perpindahan penduduk.

Meskipun pencapaian sebagai kota terbesar di dunia bisa terasa seperti kebanggaan statistik, realitas di lapangan sangat kompleks. Status ini membawa tantangan besar bagi Jakarta. Misalnya isu kerapatan penduduk, kemacetan lalu lintas, polusi, hingga tekanan pada layanan publik dan infrastruktur. Masyarakat dan pengamat perkotaan menunjukkan keprihatinan atas keberlanjutan hidup di kota dengan beban besar seperti ini.

Lebih jauh lagi, laporan PBB juga memperingatkan bahwa sekitar seperempat wilayah Jakarta berada dalam risiko tenggelam pada tahun 2050. Hal ini menambah dimensi krisis: bukan hanya soal padat atau tidak, tapi juga tentang ketahanan menghadapi ancaman alam dan perubahan iklim.

Situasi ini ironis: meski ada rencana pemindahan ibu kota pemerintahan ke Nusantara di Kalimantan Timur, data menunjukkan bahwa penduduk Jakarta diprediksi akan terus bertambah — sekitar 10 juta jiwa tambahan hingga 2050. Tanpa langkah konkret dan terkoordinasi, tekanan sosial, ketimpangan ekonomi, dan persoalan aksesibilitas serta kualitas hidup kemungkinan akan makin memburuk.

Baca Juga:
Banten Jadi Tuan Rumah HPN 2026: Momentum Emas untuk Promosi Daerah

Transformasi Jakarta menjadi megacity terbesar di dunia bukan sekadar soal angka — ia adalah gambaran global tentang betapa cepatnya urbanisasi berlangsung, terutama di Asia. Fenomena ini membuka peluang, sekaligus membawa tanggung jawab besar: dari pengelolaan kota, pembangunan infrastruktur, hingga mitigasi risiko lingkungan. Bagi Jakarta — dan bagi kita semua yang menyadari bahwa urbanisasi bukan sekadar pertumbuhan fisik, tetapi juga soal keberlanjutan, keadilan sosial dan kualitas hidup — perubahan ini menandai babak baru yang mendesak untuk disiasati dengan bijak.

Tags: #jakarta#kotabesar#pbb
Previous Post

Ketika Nelayan Karimunjawa Tersingkir dari Lautnya Sendiri

Next Post

Kemenperin: Relokasi Pabrik ke Jawa Tengah Wajar Asalkan Tetap Berproduksi di Indonesia

Related Posts

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati
News

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

by Yustinus Agus
15/03/2026
0

SERANG — Dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang oknum anggota Humas di lingkungan Kepolisian Daerah Banten kembali menjadi...

Read more
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan Kepala OPD dan Camat melalui Capacity Building

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan Kepala OPD dan Camat melalui Capacity Building

18/02/2026
Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

16/02/2026
Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer–Carita

Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer–Carita

12/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id