• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Iming-Iming Kerja di Kamboja Berujung Petaka: WNI Jadi Korban Penipuan, Pemerintah Diminta Bertindak!

KBRI Phnom Penh: 97 WNI Berontak dari Perusahaan Online Scam

Yustinus Agus by Yustinus Agus
23/10/2025
0
Iming-Iming Kerja di Kamboja Berujung Petaka: WNI Jadi Korban Penipuan, Pemerintah Diminta Bertindak!
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Nasib malang menimpa puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penipuan online di Kamboja. Kerusuhan pecah di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, melibatkan 97 WNI yang nekat melarikan diri dari perusahaan tempat mereka bekerja. Ironisnya, pemerintah mengakui tidak memiliki kerja sama penempatan tenaga kerja dengan Kamboja. Lalu, bagaimana para WNI ini bisa terjerumus ke dalam praktik ilegal tersebut?

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, mengungkapkan bahwa para WNI ini berangkat ke Kamboja atas inisiatif sendiri, tergiur dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di perusahaan yang ternyata menjalankan penipuan daring atau online scam.

“Kita tidak pernah menempatkan ke Kamboja, tapi ya ini masyarakat pergi sendiri-sendiri gitu,” kata Christina di kantor P2MI, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Pemerintah Akui Tidak Ada Kerja Sama Penempatan dengan Kamboja

BacaJuga

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Christina menjelaskan bahwa pemerintah memiliki tiga parameter utama sebelum menjalin kerja sama penempatan pekerja migran di luar negeri, yaitu jaminan sosial, regulasi yang jelas, dan dokumen persetujuan dengan Indonesia.

“Nah inilah menjadi parameter sebelum kita bisa memutuskan… Kamboja tidak,” ujarnya.

Fakta ini semakin memperparah kondisi para WNI yang terjerat di Kamboja. Tanpa perlindungan resmi dari pemerintah, mereka rentan menjadi korban eksploitasi dan penipuan.

Kerusuhan di Kamboja: Upaya Melarikan Diri Berujung Penahanan

Sebelumnya diberitakan, Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh mengungkapkan bahwa kerusuhan yang melibatkan 97 WNI di Kamboja dipicu oleh keinginan para WNI untuk kabur dari perusahaan penipuan daring tempat mereka bekerja.

Baca Juga:
Gebyar Poras Mini Soccer Antapani!

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, mengatakan bahwa peristiwa itu menyebabkan 86 WNI ditahan oleh kepolisian setempat, sementara 11 lainnya harus dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

Empat WNI bahkan diproses hukum lebih lanjut karena diduga melakukan kekerasan dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Buruknya Perlindungan Pekerja Migran di Kamboja

Christina Aryani menegaskan bahwa deretan kasus yang dialami WNI saat bekerja di Kamboja menunjukkan buruknya perlindungan terhadap pekerja migran di negara tersebut. Hal ini akan menjadi materi pembahasan kementerian terkait, termasuk pihak Imigrasi.

“Makanya dengan temuan-temuan itu kita ingin bahas,” ucapnya.

Imbauan untuk WNI: Jangan Tergiur Iming-Iming Gaji Tinggi

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh WNI yang berminat bekerja di luar negeri. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming gaji tinggi tanpa mencari tahu informasi yangDetail mengenai perusahaan dan negara tujuan.

Pastikan keberangkatan Anda dilakukan melalui jalur resmi dan mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

Pemerintah juga perlu meningkatkan sosialisasi mengenai risiko bekerja di luar negeri secara ilegal dan memperketat pengawasan terhadap praktik penipuan yang menargetkan para calon pekerja migran.

Baca Juga:
Tanggul Pantai Mutiara Rem­­bes — Rano Karno: “Perbaikan Tidak Cukup dengan Sekadar Nempel Semen”

Nasib para WNI yang terjerat di Kamboja menjadi pelajaran pahit. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali dan pemerintah dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para pekerja migran Indonesia di seluruh dunia.

Previous Post

Perang Lawan Korupsi Makin Sengit, Jaksa Agung Lantik 17 ‘Jenderal’ Baru Kejaksaan Tinggi

Next Post

Limbah Timah Bikin Sesak Nafas! Warga Kemurang & Bojong Siap Kepung Lokasi Pembakaran Ilegal

Related Posts

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri
Nasional

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri

by Yustinus Agus
25/02/2026
0

SERANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Serang di tingkat nasional. Atas keberhasilannya meraih indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)...

Read more
Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

16/02/2026
Hari Pers Nasional

Hari Pers Nasional

29/01/2026
Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

02/01/2026
Fenomena Regenerasi Alami Hutan Dunia, Indonesia Jadi Sorotan Ilmuwan

Fenomena Regenerasi Alami Hutan Dunia, Indonesia Jadi Sorotan Ilmuwan

26/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id