BEKASI – Sebuah pemandangan unik menyambut siapa pun yang melintas di pintu keluar Tol Gabus, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi: sebuah tugu megah berbentuk ikan gabus. Menariknya, tugu yang kini menjadi kebanggaan warga Kampung Gabus ini, dibangun bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dari hasil patungan masyarakat setempat!
Camat Tambun Utara, Najmuddin, mengungkapkan bahwa tugu ikan gabus ini adalah wujud nyata partisipasi aktif warga Kampung Gabus.
“Ini murni partisipasi masyarakat, mereka urunan untuk membuat itu (patung ikan gabus) sebagai ikon, tanpa ada campur tangan ataupun dana pemerintah,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (19/10/2025).
Ide pembangunan tugu ini muncul dalam rangka memeriahkan Festival Kali Gabus, yang merupakan bagian dari perayaan HUT ke-80 RI pada Agustus 2025.
Masyarakat berinisiatif menyumbang dana untuk membangun ikon budaya yang bisa menjadi pusat perhatian dalam festival tersebut.
“Festival itu kan biasanya ada kayak barongsai, kita arak-arak, gitu. Nah mereka ini nyumbang untuk festival, memang punya niat untuk membangun entitas budaya,” ucap Najmuddin, menjelaskan semangat gotong royong yang melandasi pembangunan tugu ini.
Baca Juga:
Demo di Kejagung: Tuntut Usut Tuntas Korupsi Sport Center Banten
Total dana yang terkumpul dari hasil patungan warga mencapai Rp 2,5 juta. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membayar jasa pengrajin lokal, yang juga merupakan warga asli Kampung Gabus dan sering menerima pesanan pembuatan tugu atau ikon dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Dari dana tersebut, dikerjakanlah oleh warga sendiri. Kalau enggak salah, saya tanya itu sekitar dua minggu sampai satu bulan (proses pengerjaannya),” kata Najmuddin.
Pemilihan ikan gabus sebagai ikon tugu bukan tanpa alasan. Ikan gabus memiliki nilai budaya dan sejarah yang mendalam bagi warga Kampung Gabus di Tambun Utara.
“Itu (ikan gabus) memang sebuah entitas budaya di daerah kami. Termasuk, di Tambun Utara itu dari total delapan desa, lima desanya itu disebutnya Kampung Gabus,” imbuh Najmuddin.
Edi (46), warga asli Desa Gabus Srijaya, Tambun Utara, membenarkan hal tersebut. Ia mengaku turut serta dalam proses pembuatan patung sejak awal dan menyaksikan sendiri bagaimana antusiasnya warga dalam mewujudkan ikon kebanggaan mereka.
“Jadi kayak saya dan warga nih antusias gitu kan. Ini 17-an kita mau bikin apa nih? Ya seikhlasnya lah gitu. Ada yang Rp 5.000, apa Rp 2.000 bebas aja,” ujar Edi dengan semangat.
Baca Juga:
Ekonomi Banten Digaspol! Gubernur Andra Soni Rangkul Pengusaha, Cari Solusi Dongkrak Pertumbuhan
Menurut Edi, tugu ikan gabus ini sengaja dibuat untuk melestarikan identitas Kampung Gabus dan mengukuhkannya sebagai ikon budaya masyarakat. Sebuah simbol kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
















