• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, Maret 19, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Ide Kreatif BGN Dorong Anak Sekolah Gemar Makan Bergizi

Yustinus Agus by Yustinus Agus
17/12/2025
0
Ide Kreatif BGN Dorong Anak Sekolah Gemar Makan Bergizi
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Pagi itu, suara tawa dan langkah kaki riuh terdengar dari halaman sebuah sekolah dasar di salah satu kota di Indonesia. Anak-anak berkumpul di tempat pembagian makanan, namun ekspresi mereka tampak biasa saja ketika melihat piring-piring berisi nasi, sayur, dan lauk pauk bergizi yang disiapkan untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Makan bergizi bukan sekadar slogan di sekolah-sekolah negeri di seluruh nusantara. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, mendukung tumbuh kembang mereka, serta mencegah masalah kesehatan seperti stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan besar. Namun, dalam praktiknya di sekolah-sekolah, muncul tantangan baru: bagaimana membuat anak-anak antusias dan benar-benar menikmati makanan yang disediakan?

Menanggapi hal inilah, Badan Gizi Nasional akhirnya mengeluarkan sebuah usulan yang tidak biasa namun menarik perhatian banyak pihak. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengusulkan sebuah ide kreatif agar sopir yang mengantar MBG ke sekolah mengenakan kostum karakter terkenal dari serial superhero anak-anak, Power Rangers, setiap kali mereka datang membagikan makanan kepada para siswa.

Ide ini muncul setelah BGN menyadari bahwa sekadar menyediakan makanan bernutrisi tidak cukup untuk mendorong anak-anak supaya mau makan dengan semangat. Banyak anak merasa bosan atau kurang tertarik dengan sajian gizi yang disajikan, terutama makanan yang mengandung sayur-sayuran dan lauk pauk sehat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mereka. Dara kreativitas diperlukan agar momen makan bergizi menjadi menarik dan menyenangkan bagi anak-anak yang berada di fase pertumbuhan — sebuah fase yang membutuhkan energi, nutrisi, dan inspirasi.

BacaJuga

Polemik Pembongkaran Jembatan Kereta Api UNESCO di Lembah Anai Picu Penolakan Warga

Pasokan Cabai Aceh Masuk Jakarta, Pedagang Soroti Kualitas yang Cepat Lembek

Nanik menyampaikan bahwa di tiap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah, bukan hanya tugas teknis membagikan makanan semata, tetapi juga tugas edukatif yang sangat penting. Para petugas SPPG bahkan diminta mengikuti kegiatan edukasi gizi di sekolah dengan cara yang lebih interaktif bersama para guru. Dengan cara ini, siswa tidak hanya menerima makanan, tetapi juga memahami mengapa makanan itu penting bagi tubuh mereka — kandungan apa yang ada di dalamnya, manfaatnya terhadap pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan pembentukan daya tahan tubuh.

Namun demikian, Nanik menyadari bahwa mendengarkan penjelasan tentang gizi di kelas saja mungkin tidak cukup menarik bagi anak-anak yang lebih menyukai hiburan dan kejutan. Maka dari itu muncul gagasan agar sopir MBG tampil dalam balutan kostum Power Rangers setiap kali mengantar hidangan MBG ke sekolah.

Dengan kostum warna-warni yang familiar dan digemari anak-anak, diharapkan antusiasme mereka meningkat. Ketika anak-anak melihat pahlawan favorit mereka menyapa sambil membawa makanan bergizi, suasana lapar menjadi peluang mereka merasakan makan bergizi sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Nanik menjelaskan ide kreatif tersebut dalam sebuah sesi wawancara yang hangat dan penuh semangat.

Ia berkata, “Kami ingin menciptakan pengalaman yang positif. Imagine ketika anak-anak melihat Power Rangers turun dari mobil MBG sambil menyapa mereka. Itu bukan hanya tentang makanan, itu tentang keterlibatan emosional mereka dengan makanan yang sehat.”

Ia bahkan mengusulkan agar sopir mengatakan pada anak-anak bahwa jika mereka terus makan sayur dan lauk bergizi, Power Rangers akan datang lagi — mungkin membawa kejutan kecil seperti jajanan sehat atau hadiah menarik lainnya sebagai apresiasi atas kebiasaan makan baik mereka.

Tak hanya soal kostum, Nanik juga menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak—kepala sekolah, guru, tenaga kesehatan di puskesmas, kader posyandu, dan PKK di tingkat desa — untuk memberikan penyuluhan gizi yang menyeluruh. Bahkan di tingkat desa, lurah dan warga bisa mengadakan forum pertemuan untuk membahas tentang gizi, termasuk mengenai menu MBG dan bagaimana cara menyajikannya agar tetap menarik tanpa kehilangan nilai gizi. Ini menunjukkan bahwa program MBG bukan sekadar program pusat, melainkan harus menjadi bagian dari komunitas kesehatan dan pendidikan yang holistik.

Usulan ini mendapat respon beragam dari berbagai kalangan. Di satu sisi, banyak guru dan tenaga pendidik di sekolah-sekolah kecil menyambut baik ide tersebut. Mereka melihat potensi besar dalam menggabungkan kegiatan edukatif dengan unsur hiburan yang digemari anak-anak. Seorang guru kelas 2 di sebuah SD di Jawa Barat mengatakan bahwa anak-anak sering kali lebih cepat belajar melalui pengalaman yang menyenangkan dan visual. Melihat pahlawan dalam kostum Power Rangers datang membawa makanan bisa menjadi pengalaman positif yang menguatkan pesan tentang pentingnya gizi tanpa terasa seperti pelajaran formal.

Namun, tidak semua pihak sepakat tanpa kritik. Beberapa politisi dan pengamat pendidikan menilai bahwa ide tersebut bisa saja menjadi terlalu gimik atau hanya sekadar hiburan sementara tanpa memberikan dampak edukasi yang kuat dalam jangka panjang. Kritik muncul dari sejumlah anggota dewan yang menyarankan agar fokus utama tetap pada peningkatan kualitas menu MBG, pelatihan tenaga gizi yang lebih profesional, serta pemantauan SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam pengolahan dan penyajian makanan agar kualitas nutrisi benar-benar terjaga.

Selain itu, kritik lain datang dari wakil ketua MPR yang mempertanyakan apakah pendekatan visual seperti kostum karakter populer ini benar-benar efektif bila anak-anak tidak selalu melihatnya secara langsung, terutama di sekolah-sekolah yang lebih kecil atau terpencil. Menurut kritik itu, perlu kajian lebih mendalam dan evaluasi terhadap efektivitas metode semacam ini sebelum diterapkan luas.

Tak dapat dipungkiri bahwa di balik berbagai kritik dan pujian, usulan ini berhasil memancing perbincangan luas mengenai bagaimana cara terbaik untuk mendorong anak-anak Indonesia makan makanan yang sehat dan bergizi. Tidak hanya menjadi sekadar program pembagian makanan, tetapi sebuah proses pembelajaran yang menyenangkan dan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini — sebuah investasi penting bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Di akhir sesi wawancara, Nanik kembali menegaskan bahwa inti dari semua ini adalah kreativitas dalam menyampaikan pesan gizi kepada anak-anak.

Baca Juga:
Pabrik Uang Palsu UIN: Vonis Tak Setimpal, Kejaksaan Lawan!

“Kita perlu berpikir out of the box,” ujarnya, “karena anak-anak belajar bukan hanya melalui buku, tetapi melalui pengalaman yang membuat mereka merasa dihargai dan terlibat.”

Dengan semangat itulah BGN berharap bahwa program MBG dapat terus berkembang menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan mendidik, sehingga anak-anak Indonesia tidak hanya makan, tetapi belajar untuk makan dengan baik.

 

Pagi itu, suara tawa dan langkah kaki riuh terdengar dari halaman sebuah sekolah dasar di salah satu kota di Indonesia. Anak-anak berkumpul di tempat pembagian makanan, namun ekspresi mereka tampak biasa saja ketika melihat piring-piring berisi nasi, sayur, dan lauk pauk bergizi yang disiapkan untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Makan bergizi bukan sekadar slogan di sekolah-sekolah negeri di seluruh nusantara. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, mendukung tumbuh kembang mereka, serta mencegah masalah kesehatan seperti stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan besar. Namun, dalam praktiknya di sekolah-sekolah, muncul tantangan baru: bagaimana membuat anak-anak antusias dan benar-benar menikmati makanan yang disediakan?

Menanggapi hal inilah, Badan Gizi Nasional akhirnya mengeluarkan sebuah usulan yang tidak biasa namun menarik perhatian banyak pihak. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengusulkan sebuah ide kreatif agar sopir yang mengantar MBG ke sekolah mengenakan kostum karakter terkenal dari serial superhero anak-anak, Power Rangers, setiap kali mereka datang membagikan makanan kepada para siswa.

Ide ini muncul setelah BGN menyadari bahwa sekadar menyediakan makanan bernutrisi tidak cukup untuk mendorong anak-anak supaya mau makan dengan semangat. Banyak anak merasa bosan atau kurang tertarik dengan sajian gizi yang disajikan, terutama makanan yang mengandung sayur-sayuran dan lauk pauk sehat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mereka. Dara kreativitas diperlukan agar momen makan bergizi menjadi menarik dan menyenangkan bagi anak-anak yang berada di fase pertumbuhan — sebuah fase yang membutuhkan energi, nutrisi, dan inspirasi.

Nanik menyampaikan bahwa di tiap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah, bukan hanya tugas teknis membagikan makanan semata, tetapi juga tugas edukatif yang sangat penting. Para petugas SPPG bahkan diminta mengikuti kegiatan edukasi gizi di sekolah dengan cara yang lebih interaktif bersama para guru. Dengan cara ini, siswa tidak hanya menerima makanan, tetapi juga memahami mengapa makanan itu penting bagi tubuh mereka — kandungan apa yang ada di dalamnya, manfaatnya terhadap pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan pembentukan daya tahan tubuh.

Namun demikian, Nanik menyadari bahwa mendengarkan penjelasan tentang gizi di kelas saja mungkin tidak cukup menarik bagi anak-anak yang lebih menyukai hiburan dan kejutan. Maka dari itu muncul gagasan agar sopir MBG tampil dalam balutan kostum Power Rangers setiap kali mengantar hidangan MBG ke sekolah. Dengan kostum warna-warni yang familiar dan digemari anak-anak, diharapkan antusiasme mereka meningkat. Ketika anak-anak melihat pahlawan favorit mereka menyapa sambil membawa makanan bergizi, suasana lapar menjadi peluang mereka merasakan makan bergizi sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Nanik menjelaskan ide kreatif tersebut dalam sebuah sesi wawancara yang hangat dan penuh semangat. Ia berkata, “Kami ingin menciptakan pengalaman yang positif. Imagine ketika anak-anak melihat Power Rangers turun dari mobil MBG sambil menyapa mereka. Itu bukan hanya tentang makanan, itu tentang keterlibatan emosional mereka dengan makanan yang sehat.” Ia bahkan mengusulkan agar sopir mengatakan pada anak-anak bahwa jika mereka terus makan sayur dan lauk bergizi, Power Rangers akan datang lagi — mungkin membawa kejutan kecil seperti jajanan sehat atau hadiah menarik lainnya sebagai apresiasi atas kebiasaan makan baik mereka.

Tak hanya soal kostum, Nanik juga menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak—kepala sekolah, guru, tenaga kesehatan di puskesmas, kader posyandu, dan PKK di tingkat desa — untuk memberikan penyuluhan gizi yang menyeluruh. Bahkan di tingkat desa, lurah dan warga bisa mengadakan forum pertemuan untuk membahas tentang gizi, termasuk mengenai menu MBG dan bagaimana cara menyajikannya agar tetap menarik tanpa kehilangan nilai gizi. Ini menunjukkan bahwa program MBG bukan sekadar program pusat, melainkan harus menjadi bagian dari komunitas kesehatan dan pendidikan yang holistik.

Usulan ini mendapat respon beragam dari berbagai kalangan. Di satu sisi, banyak guru dan tenaga pendidik di sekolah-sekolah kecil menyambut baik ide tersebut. Mereka melihat potensi besar dalam menggabungkan kegiatan edukatif dengan unsur hiburan yang digemari anak-anak. Seorang guru kelas 2 di sebuah SD di Jawa Barat mengatakan bahwa anak-anak sering kali lebih cepat belajar melalui pengalaman yang menyenangkan dan visual. Melihat pahlawan dalam kostum Power Rangers datang membawa makanan bisa menjadi pengalaman positif yang menguatkan pesan tentang pentingnya gizi tanpa terasa seperti pelajaran formal.

Namun, tidak semua pihak sepakat tanpa kritik. Beberapa politisi dan pengamat pendidikan menilai bahwa ide tersebut bisa saja menjadi terlalu gimik atau hanya sekadar hiburan sementara tanpa memberikan dampak edukasi yang kuat dalam jangka panjang. Kritik muncul dari sejumlah anggota dewan yang menyarankan agar fokus utama tetap pada peningkatan kualitas menu MBG, pelatihan tenaga gizi yang lebih profesional, serta pemantauan SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam pengolahan dan penyajian makanan agar kualitas nutrisi benar-benar terjaga.

Selain itu, kritik lain datang dari wakil ketua MPR yang mempertanyakan apakah pendekatan visual seperti kostum karakter populer ini benar-benar efektif bila anak-anak tidak selalu melihatnya secara langsung, terutama di sekolah-sekolah yang lebih kecil atau terpencil. Menurut kritik itu, perlu kajian lebih mendalam dan evaluasi terhadap efektivitas metode semacam ini sebelum diterapkan luas.

Tak dapat dipungkiri bahwa di balik berbagai kritik dan pujian, usulan ini berhasil memancing perbincangan luas mengenai bagaimana cara terbaik untuk mendorong anak-anak Indonesia makan makanan yang sehat dan bergizi. Tidak hanya menjadi sekadar program pembagian makanan, tetapi sebuah proses pembelajaran yang menyenangkan dan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini — sebuah investasi penting bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Baca Juga:
Wali Kota “Koboi” Prabumulih Terancam Sanksi: Pecat Kepsek & Sekuriti Gara-Gara Anak Ditegur!

Di akhir sesi wawancara, Nanik kembali menegaskan bahwa inti dari semua ini adalah kreativitas dalam menyampaikan pesan gizi kepada anak-anak. “Kita perlu berpikir out of the box,” ujarnya, “karena anak-anak belajar bukan hanya melalui buku, tetapi melalui pengalaman yang membuat mereka merasa dihargai dan terlibat.” Dengan semangat itulah BGN berharap bahwa program MBG dapat terus berkembang menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan mendidik, sehingga anak-anak Indonesia tidak hanya makan, tetapi belajar untuk makan dengan baik.

Tags: #BGN#kreatif
Previous Post

Curah Hujan Tinggi Lumpuhkan Sembilan Kecamatan di Sukabumi

Next Post

Operasi Lilin Maung 2025, Polres Serang Fokus Pengamanan Jalur Arteri dan Kawasan Industri

Related Posts

Polemik Pembongkaran Jembatan Kereta Api UNESCO di Lembah Anai Picu Penolakan Warga
Uncategorized

Polemik Pembongkaran Jembatan Kereta Api UNESCO di Lembah Anai Picu Penolakan Warga

by Yustinus Agus
26/12/2025
0

JAKARTA - Perdebatan sengit terkait nasib Jembatan Kereta Api Lembah Anai — sebuah ikon sejarah yang telah diakui sebagai bagian dari...

Read more
Pasokan Cabai Aceh Masuk Jakarta, Pedagang Soroti Kualitas yang Cepat Lembek

Pasokan Cabai Aceh Masuk Jakarta, Pedagang Soroti Kualitas yang Cepat Lembek

24/12/2025
Penutupan Kawasan Wisata Gunung Bromo 2026: Simak Jadwal Lengkapnya

Penutupan Kawasan Wisata Gunung Bromo 2026: Simak Jadwal Lengkapnya

23/12/2025
Puncak Bogor Siap Sambut Wisatawan, Aturan Ganjil Genap Dihapus Sementara

Puncak Bogor Siap Sambut Wisatawan, Aturan Ganjil Genap Dihapus Sementara

23/12/2025
Menyusuri Jejak Sejarah di Mercusuar Legendaris Pulau Madura

Menyusuri Jejak Sejarah di Mercusuar Legendaris Pulau Madura

21/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id