SERANG – Ketua Umum DPP Assalam Banten, Kyai Edi Wibowo, mengecam keras Ketua Pansel Sekda Banten, Deni Hermawan, atas penyebaran informasi hoaks yang mencatut nama Presiden Prabowo Subianto. Kyai Edi menyebut masyarakat Banten menjadi korban “prank” setelah Deni meyakinkan publik bahwa Sekretaris DPRD Banten, Deden Apriandi, telah dipilih sebagai Sekda definitif.
Informasi tersebut, yang ramai diberitakan media, langsung dibantah Gubernur Banten Andra Soni. Soni menegaskan belum menerima informasi resmi dan masih menunggu keputusan Presiden.
“Ada maksud apa Deni menyebarkan kebohongan publik?” tanya Kyai Edi. Ia mempertanyakan profesionalisme dan etika Deni sebagai pejabat publik yang tega membohongi masyarakat Banten. Kyai Edi juga menyoroti rencana pelantikan Deden Apriandi yang disebut-sebut akan terjadi pada Kamis, (26/6/2025).
Baca Juga:
Polres Serang dan Bulog Gelar Bazar Pangan Murah di Cikande
Kyai Edi, yang juga merupakan ketua tim relawan pemenangan Andra Dimyati, meminta Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menindak tegas pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong. Ia mengingatkan para ASN yang mencoba merusak nama baik Gubernur dan Wakil Gubernur, bahwa mereka bukanlah pejuang yang berjasa dalam kemenangan pilkada.
Kyai Edi juga menyoroti berbagai permasalahan di Banten, termasuk penerimaan RSUD Labuan dan Cilograng, serta SPMB yang bermasalah, dan dugaan praktik “ijon-ijon” dalam pengadaan barang dan jasa. Ia mendesak agar Gubernur dan Wakil Gubernur dapat mewujudkan visi misi Banten yang maju, adil, dan merata, bebas dari korupsi.
Baca Juga:
Inovasi dan Tradisi Berpadu di HUT ke-80 RI Setda Banten!
“Jangan ganggu Gubernur dan Wakil Gubernur bekerja,” tegas Kyai Edi, seraya menyatakan komitmennya untuk mengawal dan mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur agar memenuhi janji-janjinya kepada masyarakat Banten.















