SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menargetkan gebrakan signifikan dalam pemberdayaan ekonomi desa. Wakil Bupati (Wabup) Serang, Muhammad Najib Hamas, menargetkan 50% dari total 326 desa di 29 kecamatan akan memiliki Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang aktif beroperasi pada tahun 2026. Saat ini, baru 40 KDMP yang telah memulai aktivitas usahanya.
Target ambisius ini disampaikan oleh Wabup Najib Hamas usai menerima audiensi bersama Forum KDMP Kecamatan Ciruas di ruang kerjanya, Selasa (23/9/2025).
“Dari 326 desa, baru 40 KDMP yang aktif menjalankan usaha,” ungkap Najib Hamas kepada wartawan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag), Adang Rahmat, turut mendampingi dalam audiensi tersebut.
Najib Hamas menekankan bahwa inisiatif ini sejalan dengan arahan Kementerian Koperasi untuk mendorong pergerakan ekonomi di tingkat masyarakat.
“Kami berharap, pada tahun 2026, separuh dari 326 desa sudah memiliki KDMP yang aktif. Kita bisa berkaca pada kesuksesan KDMP Ranjeng, yang omset hariannya mencapai Rp4 hingga Rp5 juta,” ujarnya dengan optimis.
Dalam diskusi dengan Forum KDMP Kecamatan Ciruas, terungkap bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan sarana dan prasarana, terutama ketersediaan gedung atau tempat usaha.
Baca Juga:
Gubernur Banten Dorong Kolaborasi Sektor Properti untuk Pembangunan Daerah
“Komitmen Pemkab Serang jelas, yaitu secara bertahap menghidupkan Kopdes Merah Putih di seluruh desa,” tegas Najib Hamas. “Kendala fisik seperti kebutuhan bangunan untuk menyimpan stok barang menjadi perhatian utama. Koperasi memerlukan lahan atau ruangan yang memadai.”
Sebagai solusi, Kepala Diskoumperindag Adang Rahmat menyarankan pemanfaatan sementara ruang yang ada, seperti garasi atau tempat aman lainnya.
“Di Desa Citerep, Kecamatan Ciruas, ada potensi peminjaman aset pemerintah daerah. Semangat pengurus koperasi di seluruh Kabupaten Serang, terutama Ciruas, untuk memulai aktivitas secara bertahap sangat penting,” tambahnya.
Najib Hamas menambahkan, “Masyarakat menantikan pelayanan berkelanjutan dari koperasi desa merah putih, terutama dalam pengadaan sembako dan gas dengan harga stabil.”
Ketua Forum KDMP Kecamatan Ciruas, Didi Suhendi, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah mengatasi kendala ketersediaan gedung atau bangunan.
“Kami masih berfokus pada masalah tempat, karena ini terkait dengan modal awal. Adanya Permendagri tentang penguatan aset barang milik daerah memberikan harapan, dan kami melakukan diskusi untuk memanfaatkannya,” pungkasnya.
Baca Juga:
APBD Banten 2025 Unggul: Kinerja Keuangan Lampaui Rata-Rata Nasional!
Dengan target yang jelas dan komitmen yang kuat, Pemkab Serang optimis KDMP akan menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa.
















