JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar Rapat Koordinasi Sekolah Rakyat untuk mengevaluasi program rintisan yang sudah berjalan di 100 titik, serta persiapan operasional di 65 titik lainnya (24/9).
Prof. M. Nuh, tokoh kunci dalam Tim Formatur Sekolah Rakyat, menegaskan bahwa pendidikan melalui Sekolah Rakyat adalah upaya strategis untuk memutus rantai kemiskinan.
“Apa yang kita lakukan ini sudah benar. Sekolah Rakyat adalah akses social services untuk memotong mata rantai kemiskinan,” ujarnya.
Dalam evaluasi ini, Prof. Nuh menekankan pentingnya sistem monitoring, pengawasan, dan pengendalian yang baik. “Ini harus kita pastikan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sekolah Rakyat sendiri sudah memiliki Gugus Tugas Pengendalian Operasional untuk mengawal dan memitigasi kekurangan selama pelaksanaan program.
Prof. Nuh menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hal ini membedakan Sekolah Rakyat dari sekolah pada umumnya, sehingga pengawasan pelaksanaan program menjadi sangat penting untuk memastikan tujuan tercapai, tepat sasaran, dan berkualitas.
Baca Juga:
Polres Serang Tangkap Pengedar Pil Koplo
“Kita harus tunjukkan diferensiasi Sekolah Rakyat. Jika kita bisa membuktikan diferensiasi itu, luar biasa,” katanya.
Selain itu, Prof. Nuh juga menyoroti pentingnya hilirisasi siswa Sekolah Rakyat, yaitu memastikan persiapan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau langsung bekerja setelah lulus.
Ia menekankan perlunya kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mendukung hilirisasi ini.
“Anak-anak Sekolah Rakyat tidak hanya melanjutkan pendidikan. Ada yang ingin kerja, dan ini yang perlu kita pikirkan ke depan,” tambahnya.
Prof. Nuh juga mengingatkan agar tidak ada kesalahan dan kecurangan dalam pengadaan barang penunjang kegiatan belajar mengajar.
“Pastikan pengadaan itu tidak ada fault dan tidak ada fraud,” tegasnya. Ia mengimbau seluruh jajaran yang terlibat untuk teliti dan patuh pada aturan yang berlaku.
Baca Juga:
Dirresnarkoba Polda Banten dan Jajaran Ungkap Kasus Tindak Pidana Narkoba dan Obat Berbahaya Selama Januari 2025
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jago Priyono, Founder ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian, serta para pejabat tinggi Kemensos.
















