TANGERANG – Gemuruh sorak sorai menggema di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, saat Persita Tangerang berhasil menaklukkan Semen Padang dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, melainkan juga kado istimewa bagi Provinsi Banten yang tengah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25.
Gubernur Banten, Andra Soni, yang hadir langsung di stadion bersama Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, dan Presiden Klub Persita, Ahmed Zaki Iskandar, tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.
“Alhamdulillah, Persita memberikan kado terindah bagi Banten di hari jadinya,” ujar Andra Soni dengan senyum lebar.
Namun, di balik euforia kemenangan dan perayaan HUT, terselip ironi yang mencoreng wajah Cisadane. Sungai yang menjadi identitas daerah ini kembali tercemar limbah.
Pada 4 Oktober 2021, warga Tangerang Selatan dikejutkan dengan video viral yang memperlihatkan aliran Sungai Cisadane berubah menjadi merah pekat.
Baca Juga:
Bupati Serang Paparkan Program Prioritas APBD TA 2025
Diduga kuat, pencemaran ini berasal dari limbah pabrik pengolahan plastik di sekitar kawasan Serpong.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan bergerak cepat dengan menerjunkan tim investigasi. Sampel air dan limbah berwarna merah telah diambil untuk dianalisis di laboratorium.
“Kami akan menindak tegas pelaku pencemaran jika terbukti melanggar aturan,” tegas Kepala DLH Tangerang Selatan, Toto Sudarto, saat dikonfirmasi.
Kemenangan Persita di HUT Banten menjadi simbol semangat dan harapan baru bagi daerah ini.
Namun, pencemaran Sungai Cisadane menjadi pengingat bahwa pembangunan dan kemajuan harus selaras dengan kelestarian lingkungan.
Baca Juga:
Kapolri Resmi Meluncurkan Bhayangkara Presisi Lampung FC
Akankah gemerlap perayaan HUT Banten mampu menutupi luka Sungai Cisadane yang terus menganga?















