• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Dua Calon PB XIV Gagal Bertemu, Upaya Rekonsiliasi Keraton Solo Kembali Buntu

Yustinus Agus by Yustinus Agus
29/11/2025
0
Dua Calon PB XIV Gagal Bertemu, Upaya Rekonsiliasi Keraton Solo Kembali Buntu
0
SHARES
5
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

SURAKARTA – Malam itu di Solo penuh ketegangan harapan — sebuah pertemuan yang direncanakan untuk meredakan konflik suksesi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali berakhir tanpa hasil. Rapat yang diprakarsai oleh KGPA Tedjowulan itu — ditujukan untuk menghadirkan dua pihak yang sama-sama mengklaim gelar Paku Buwono XIV (PB XIV) — hanya dihadiri oleh satu pihak: KGPH Mangkubumi. Pihak lain, KGPH Purbaya, secara mengejutkan tidak muncul. Hasilnya: harapan untuk pewarisan takhta yang damai kembali kandas.

Pertemuan itu digelar Jumat sore, 28 November 2025, di Loji Gandrung, atas inisiatif Tedjowulan. Undangan resmi telah dikirim ke kedua kubu, dan menurut juru bicara Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro, surat undangan untuk Purbaya diterima melalui perwakilannya, yaitu KGPH Adipati Dipokusumo yang sebagai Pengageng Parentah Keraton.

Namun, hingga satu jam lebih menunggu, Purbaya tak juga hadir — tanpa pemberitahuan atau alasan resmi. Hanya Mangkubumi yang datang dan menyatakan kesiapannya. Atas kondisi itu, Tedjowulan menyatakan penyesalan mendalam terhadap sikap Purbaya. “Tujuan pertemuan tidak tercapai,” tegas Pakoenegoro.

BacaJuga

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Rencana awal pertemuan ini bukan semata formalitas. Tedjowulan berharap bisa mendiskusikan beberapa hal penting: persiapan peringatan 40 hari masa berkabung (suruddalem) atas wafatnya Paku Buwono XIII, bagaimana transisi kepemimpinan di keraton, serta menegaskan komitmen menjaga kerukunan dalam keluarga besar Dinasti Mataram Islam demi masa depan keraton.

Akan tetapi, hampir satu bulan sebelumnya, Tedjowulan telah mengirimkan surat imbauan resmi kepada Purbaya untuk menahan diri — karena situasi keraton masih dalam suasana duka. Surat bernomor 16/MM/KKSH/11-2025 itu ditujukan kepada KGPH Adipati Dipokusumo agar tidak melanjutkan rencana jumenengan atau upacara adat selama masa berkabung.

Nah justru di tengah kondisi tersebut, Purbaya melanjutkan langkahnya. Pada 26 November 2025, ia tetap melantik sebuah “bebadan baru” di keraton — suatu langkah yang menurut Tedjowulan, dilakukan tanpa koordinasi dan bertentangan dengan imbauan resmi. Atas itu, Tedjowulan mengirim surat peringatan kepada Purbaya melalui pengageng Keraton.

Baca Juga:
Skandal ‘Uang Pelicin Haji’: Khalid Basalamah Ungkap Peran Oknum Kemenag!

Dua hari kemudian, Mangkubumi pun mengukuhkan diri — mengklaim gelar PB XIV juga. Dan sialnya, pengukuhan itu dilakukan secara sepihak, atas inisiatif dirinya sendiri, bukan melalui struktur adat yang diakui resmi. Menurut Tedjowulan, ia tidak tahu persis rencana penobatan Mangkubumi ketika diundang dalam pertemuan keluarga beberapa waktu lalu. Dia bilang, secara tiba-tiba diminta restu dalam sebuah acara yang berubah bentuk. Dalam situasi itu, ia– sebagai Maha Menteri — merasa dipaksa untuk “menyetujui”, padahal secara adat dan prosedur keraton ia tidak diberi kesempatan memilih.

Kondisi ini memunculkan konflik serius: dua pihak menegaskan posisinya sebagai penerus sah PB XIV, sementara pejabat ad hoc — dalam hal ini Tedjowulan — terus mengingatkan agar segala tindakan ditunda, hingga masa berkabung 40 hari berlalu dan koordinasi keluarga dilakukan secara adat.

Kehadiran Mangkubumi saja tak cukup mempertemukan dua kubu yang berseteru. Absennya Purbaya pada pertemuan sore itu dinilai sebagai bentuk ketidakkooperatifan dan — dalam pandangan Tedjowulan — sebagai penolakan terhadap upaya damai. “Kami akan kembali mengirimkan undangan untuk pertemuan berikutnya,” ujarnya, meski tak menjamin Purbaya akan hadir.

Situasi ini menyisakan banyak pertanyaan: apakah dualisme takhta ini akan terus berlarut? Apakah keraton mampu menemukan titik temu? Dan yang paling penting — bagaimana masa depan tradisi dan kehormatan adat di keraton bisa terjaga, jika klaim terhadap gelar tertinggi terus bergeser sepihak?

Beberapa pihak berharap agar kepolisian adat dan tokoh lama dalam keraton segera duduk bersama. Tapi hingga kini, belum ada sinyal bahwa Purbaya bersedia membuka pintu dialog dengan Mangkubumi dan Tedjowulan. Kondisi ini menandakan bahwa konflik suksesi di keraton bukan sekadar soal gelar, melainkan juga soal legitimasi, tradisi, dan persepsi terhadap otoritas adat.

Sementara itu, publik dan warga Solo terus menunggu dengan cemas. Banyak yang berharap agar keraton tetap menjadi simbol persatuan dan warisan budaya, bukan arena perseteruan keluarga. Jika tak ada penyelesaian damai — melalui musyawarah atau restu adat — kraton bisa terpecah lebih jauh, membawa implikasi tak hanya bagi keluarga besar keraton, tapi juga bagi komunitas dan klan yang selama ini menghormatinya.

Baca Juga:
Kapolri Gandeng Ojol Jaga Jakarta: Sinergi Kuat Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Dengan kegagalan pertemuan sore itu, satu hal jadi jelas: upaya rekonsiliasi belum berakhir — dan pintu untuk berdialog masih tetap terbuka. Namun, apakah undangan selanjutnya akan diterima? Dan apakah niat damai akan muncul dari kubu yang selama ini bersikukuh mengukuhkan diri secara sepihak? Waktu dan kesediaan untuk duduk bersama lah yang nantinya akan menentukan nasib jeda panjang di keraton.

Tags: #pbXIV
Previous Post

Hutan Tropis Sumatera di Ambang Krisis: Keindahan & Keanekaragaman Alam Terancam Punah

Next Post

BPKP Tegas Bantah Klaim KPK soal Awal Mula Dugaan Korupsi ASDP

Related Posts

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil
Daerah

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

by Yustinus Agus
14/03/2026
0

SERANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan melalui kolaborasi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 234 Solidarity Community (SC)...

Read more
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id