SERANG – Warga Desa Cisait, Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, masih terus berjuang melawan bau busuk menyengat yang berasal dari penggunaan pupuk kotoran ayam di lahan pertanian. Dampak dari bau tak sedap ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai asal-usul pupuk tersebut. Di tengah upaya mencari jawaban, perhatian warga tertuju pada PT Sabas Dian Bersinar, sebuah perusahaan yang berlokasi di kawasan industri Cikande.
Kecurigaan ini bermula ketika sejumlah warga RT 04, termasuk Ahmad dan David, menemukan karung-karung pupuk dengan tulisan “Sabas” dan logo “S” di sekitar lahan pertanian yang mengeluarkan bau busuk. Temuan ini memicu spekulasi bahwa PT Sabas Dian Bersinar mungkin terlibat dalam penyediaan pupuk kotoran ayam yang menjadi penyebab polusi udara di Desa Cisait.
“Kami menemukan karung-karung bertuliskan ‘Sabas’ di sekitar lahan pertanian yang mengeluarkan bau busuk,” ungkap Ahmad pada Sabtu (13/9/2025). “Karena itulah, kami menduga kuat bahwa pupuk ini berasal dari PT Sabas Dian Bersinar.”
Untuk mengklarifikasi dugaan tersebut, tim media segera menghubungi pihak HRD PT Sabas Dian Bersinar untuk meminta konfirmasi.
Baca Juga:
Dua Kubu Saling Sikut Jelang Musda, PAN Kabupaten Serang di Ambang Perpecahan!
Namun, jawaban yang diberikan oleh HRD PT Sabas Dian Bersinar justru menimbulkan kebingungan. “Walaikumsalam, kita enggak ngirim apa-apa pak, mungkin itu karungnya saja punya PT. Sabas bekas pakan dari peternak,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.
Lebih lanjut, ia menambahkan, “Kemungkinan itu karungnya saja bekas pakan Sabas pak, yang jelas pihak Sabas TIDAK ada mengeluarkan dan tidak ada kotoran seperti itu. Nanti saya coba cek juga dan mencari informasi ke bagian sales marketingnya, terima kasih atas infonya.”
Pernyataan ini tentu saja tidak serta merta menghilangkan kecurigaan warga. Jika PT Sabas Dian Bersinar tidak mengakui keterlibatan dalam penyediaan pupuk kotoran ayam, maka pertanyaan mendasar tetap menggantung: dari mana sebenarnya asal pupuk tersebut? Apakah karung-karung bertuliskan “Sabas” hanya kebetulan berada di lokasi, atau ada pihak lain yang sengaja menggunakan nama perusahaan tersebut untuk menutupi praktik yang tidak bertanggung jawab?
Baca Juga:
Bank Banten Pastikan Pengunduran Diri Bambang Widyatmoko Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan
Misteri pupuk busuk di Cisait ini masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. Warga Desa Cisait berharap agar pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, sehingga kebenaran dapat terungkap dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan ini dapat ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.















