SERANG – Dedikasi dan pengabdian tanpa pamrih kembali ditunjukkan oleh para tenaga kesehatan Puskesmas Carenang, Kabupaten Serang. Di tengah kondisi banjir yang masih menggenang dan gelapnya malam, mereka tetap menjalankan tugas kemanusiaan dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak bencana. Aksi tersebut dilakukan pada Selasa malam, 27 Januari 2026, di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang.
Dengan penerangan seadanya dan akses jalan yang masih tergenang air, tim tenaga kesehatan Puskesmas Carenang tetap bergerak menuju posko banjir. Genangan air, lumpur, serta kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya aman tidak menyurutkan langkah mereka untuk memastikan kondisi kesehatan warga pengungsi tetap terpantau. Bagi para tenaga kesehatan, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama dalam situasi darurat pasca-bencana.
Kegiatan pelayanan kesehatan malam hari tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Carenang, Khotib. Langkah cepat ini dilakukan sebagai respons atas laporan dan permintaan dari warga terdampak, sekaligus tindak lanjut atas arahan pimpinan Puskesmas Carenang. Koordinasi dilakukan secara cepat agar pelayanan kesehatan dapat segera diberikan, mengingat kondisi warga yang rentan mengalami gangguan kesehatan pasca-banjir.
Khotib menjelaskan bahwa tim berangkat meskipun kondisi lapangan masih cukup sulit. Selain gelapnya malam, sejumlah akses menuju lokasi posko banjir masih terendam air, sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra. Namun demikian, semangat kemanusiaan menjadi pendorong utama bagi seluruh anggota tim untuk tetap hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu perawat senior Puskesmas Carenang, Salbani, menegaskan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan di lokasi bencana bukanlah hal baru bagi pihaknya. Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan Puskesmas Carenang telah terbiasa bekerja dalam kondisi darurat dan siap diterjunkan kapan saja jika masyarakat membutuhkan bantuan medis.
“Kami selalu siap sedia. Sebagai abdi negara di bidang kesehatan, kapan pun dan di mana pun, kami siap melayani. Ini adalah bukti bahwa kami bekerja dan melayani dengan hati,” ujar Salbani saat ditemui di sela-sela pelayanan kesehatan malam itu.
Dalam pelayanan tersebut, tim Puskesmas Carenang memberikan berbagai layanan kesehatan dasar kepada warga pengungsi. Mulai dari pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kondisi umum, penanganan keluhan penyakit ringan, hingga pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan. Warga yang datang untuk berobat berasal dari berbagai kampung di Desa Mekarsari yang terdampak langsung banjir.
“Alhamdulillah, pada malam ini kami berhasil melayani sebanyak 31 pasien,” ungkap Salbani. Ia menambahkan bahwa sebagian besar keluhan warga berkaitan dengan gangguan kesehatan yang umum terjadi pasca-banjir, seperti gatal-gatal, demam, batuk, pilek, nyeri otot, serta kelelahan akibat aktivitas evakuasi dan kondisi pengungsian.
Baca Juga:
Pesona Loksado Terungkap: Bamboo Rafting & Geopark Meratus Tarik Wisatawan Mancanegara!
Selain memberikan pelayanan pengobatan, tim Puskesmas Carenang juga melakukan asesmen kesehatan secara menyeluruh terhadap kondisi warga di posko banjir. Asesmen ini dilakukan untuk memetakan potensi masalah kesehatan yang dapat muncul dalam beberapa hari ke depan, termasuk risiko penyakit menular, kondisi sanitasi lingkungan, serta kebutuhan khusus kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Situasi di lapangan menjadi semakin kompleks karena tidak hanya warga yang terdampak banjir, tetapi juga terdapat beberapa petugas Puskesmas Carenang yang rumahnya turut terendam air. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi komitmen mereka untuk tetap menjalankan tugas pelayanan.
“Di tengah kegiatan pelayanan ini, kami juga melakukan asesmen kondisi secara lebih luas. Ternyata ada juga rekan-rekan kami dari Puskesmas Carenang yang terdampak banjir. Jadi kami harus membagi peran, memastikan pelayanan tetap berjalan sekaligus memantau kondisi internal,” jelas Salbani.
Kehadiran tenaga kesehatan di malam hari memberikan rasa aman dan ketenangan tersendiri bagi warga pengungsi. Banyak warga yang mengaku terbantu dan merasa diperhatikan, terutama karena pelayanan dilakukan di saat kondisi masih darurat dan akses ke fasilitas kesehatan cukup terbatas.
Bagi masyarakat Desa Mekarsari, pelayanan kesehatan ini bukan hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang kepedulian dan empati. Di tengah keterbatasan dan kelelahan akibat bencana, kehadiran tenaga kesehatan menjadi penguat moral dan semangat bagi warga untuk tetap bertahan dan bangkit.
Kegiatan pelayanan kesehatan malam hari ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi pasca-bencana yang dilakukan oleh Puskesmas Carenang. Dengan melakukan pemantauan rutin, diharapkan potensi kejadian luar biasa (KLB) penyakit pasca-banjir dapat dicegah sejak dini. Tim kesehatan juga memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, penggunaan air bersih, serta kewaspadaan terhadap gejala penyakit yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Puskesmas Carenang kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam situasi darurat. Kegigihan dan keikhlasan para tenaga kesehatan yang menembus gelap malam dan genangan banjir menjadi cerminan nyata pengabdian tanpa batas.
Baca Juga:
Anak-Anak Korban Banjir Kembali Ceria Bersama Srikandi Polwan Polres Langkat
Upaya tersebut diharapkan dapat terus berlanjut hingga kondisi pasca-banjir benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal. Pemerintah daerah bersama jajaran tenaga kesehatan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan bahwa hak atas pelayanan kesehatan tetap terpenuhi, meskipun dalam kondisi yang penuh keterbatasan.












