SERANG – Sebuah tonggak sejarah terukir di Istana Negara hari ini! Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Dony Oskaria sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), sebuah transformasi jabatan yang mencerminkan perjalanan hidup yang penuh inspirasi.
Dony Oskaria, bukan nama asing di kancah BUMN. Sebelumnya, ia sempat mengemban amanah sebagai pelaksana tugas (Plt) Menteri BUMN, menggantikan Erick Thohir yang kini didapuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Sebelum menjadi Plt, Dony adalah tangan kanan Erick Thohir, menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.
Penunjukan Dony sebagai Kepala BP BUMN ini terasa istimewa karena bertepatan dengan perubahan nama Kementerian BUMN menjadi BP BUMN.
Perubahan ini merupakan hasil revisi Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Lantas, mengapa Dony Oskaria yang dipilih? Selain pengalaman segudang sebagai Plt Menteri BUMN dan Wakil Menteri BUMN, Dony juga merupakan sosok penting di balik badan pengelola dana kekayaan abadi (SWF) RI terbaru, Danantara.
Awal tahun ini, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Dony sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, superholding BUMN yang mengemban tugas pokok dan fungsi yang sebelumnya diemban oleh Kementerian BUMN.
Siapakah Dony Oskaria?
Dony Oskaria adalah putra Minang sejati, lahir di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sebelum menapaki tangga kesuksesan sebagai Wamen BUMN, Dony memimpin Injourney atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata.
Baca Juga:
Taekwondo Kota Serang Mendunia: Tiga Emas di Kejuaraan Internasional
Namun, jejak karier Dony tidak hanya terpaku di BUMN. Ia telah malang melintang di berbagai perusahaan swasta, termasuk di kerajaan bisnis CT Corp milik Chairul Tanjung. Di CT Corp, Dony pernah menjabat sebagai Managing Director Bank Mega (2012-2014), Komisaris Garuda Indonesia (2014-2019), CEO AntaVaya (2014-2020), Presiden Direktur Trans Studio Mall (2014-2020), hingga CEO Hospitality & Entertainment CT Corp (2018-2020).
Lahir pada tahun 1969, Dony menghabiskan masa kecilnya di kampung halaman dengan kondisi yang sederhana. Orang tuanya bekerja serabutan untuk menyambung hidup.
Setelah menempuh pendidikan dasar di kampung halaman, Dony melanjutkan pendidikan menengahnya di Padang (SMP Negeri 7) dan Jakarta (SMA Negeri 75 Kebon Jeruk).
Ia sempat kuliah di Jurusan Akuntansi Universitas Andalas Padang, namun kemudian pindah ke Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Padjajaran. Dony meraih gelar MBA dari The Asian Institute of Management, Filipina pada tahun 2009.
Kilau Harta Dony Oskaria
Mengutip LHKPN KPK tahun 2023, total kekayaan Dony Oskaria mencapai Rp 29,88 miliar. Asetnya terdiri dari tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Padang senilai Rp 19,81 miliar, dua mobil mewah (TOYOTA ALPHARD dan MINI COOPER) senilai Rp 2,775 miliar, harta bergerak lainnya senilai Rp 840 juta, surat berharga senilai Rp 17,628 miliar, serta kas dan setara kas senilai Rp 5,628 miliar.
Total asetnya mencapai Rp 46,682 miliar, namun ia juga memiliki hutang sebesar Rp 16,797 miliar.
Perjalanan hidup Dony Oskaria adalah bukti nyata bahwa kesuksesan dapat diraih dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.
Baca Juga:
Pintu Tol Karawang Barat Butuh Flyover, LBH Arjuna Soroti Kemacetan Kronis
Dari anak kampung, kini ia memimpin BP BUMN, siap membawa perubahan positif bagi Indonesia!
















