JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam menyaring mitra yang akan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG). Mekanisme “rollback” diterapkan untuk memastikan program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran.
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menjelaskan bahwa rollback adalah mekanisme untuk menurunkan status atau mereset tahapan pendaftaran mitra.
Tujuannya adalah untuk memisahkan antara calon mitra yang benar-benar serius membangun SPPG dengan oknum yang hanya mendaftar namun tidak melakukan tindakan nyata.
“Jika tidak dilakukan rollback, akan menghambat calon-calon mitra yang serius mendukung program MBG. Calon mitra harus mencermati keterangan pada dashboard pendaftaran,” kata Sony dalam keterangan resmi, Sabtu (18/10/2025).
Sony menekankan bahwa mitra baru dilarang memulai proses pembangunan atau persiapan dapur sebelum pengajuan titik lokasi disetujui oleh verifikator dari BGN.
“Artinya, sebelum diverifikasi, jangan dulu membangun,” tegasnya.
Mitra baru dipersilakan membangun ketika sudah memasuki proses persiapan atau tahap kedua. Pada tahap ini, mitra sudah boleh melakukan pembangunan atau renovasi bangunan.
Baca Juga:
Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi Berhasil Ditangkap Ditreskrimsus Polda Banten
Namun, pada bulan Agustus lalu, dari 13.000 mitra yang telah memasuki tahap persiapan, banyak yang tidak menunjukkan perkembangan.
“Di dalam tahap persiapan, banyak sekali mitra yang tidak berprogres, padahal kita memberi jangka waktu 45 hari,” jelas Sony.
Kondisi ini menyebabkan mitra lain yang serius menjadi tidak dapat mendaftar karena kuota penuh.
“Maka, kemudian kita rollback yang tidak berprogres,” imbuhnya.
Dalam proses rollback SPPG, terdapat kemungkinan calon mitra tidak mengisi progres pembangunan SPPG pada portal. Indikasi lain yang mengakibatkan progres 0 persen adalah calon mitra melakukan pendaftaran namun tidak melakukan pembangunan SPPG, yang kemudian banyak disebut titik fiktif.
Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, setiap tahapan proses persiapan yang dilakukan, mitra harus melampirkan video bukti persiapan, mulai dari melengkapi peralatan hingga menyediakan relawan SPPG. Keseluruhan proses tersebut memiliki nilai persentase yang diakumulasikan.
Dengan mekanisme rollback ini, BGN berharap program MBG dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga:
Harapan Baru Menyala: Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Kebakaran Penjaringan
BGN juga mengimbau kepada seluruh calon mitra untuk serius dan berkomitmen dalam membangun SPPG agar program ini dapat berjalan sukses.
















