• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Daging Hiu: Enak Tapi Berbahaya?

Kandungan Racun dalam Daging Hiu Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Para Ahli

Yustinus Agus by Yustinus Agus
30/09/2025
0
Daging Hiu: Enak Tapi Berbahaya?
0
SHARES
3
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa sekolah dasar di Ketapang, Kalimantan Barat, akibat konsumsi daging hiu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), membuka mata kita terhadap bahaya yang mungkin tersembunyi dalam hidangan laut yang populer ini. Lebih dari sekadar kandungan merkuri yang sering diperbincangkan, daging hiu ternyata menyimpan serangkaian risiko kesehatan yang serius dan patut diwaspadai.

Agus Kurniawi, Kepala Regional MBG Kalbar, mengakui adanya kelalaian dalam pemilihan menu yang tidak ramah bagi anak-anak ini.

Ikan hiu, yang berada di puncak rantai makanan, cenderung mengakumulasi berbagai zat berbahaya dalam tubuhnya, menjadikannya kurang ideal untuk dikonsumsi secara rutin.

BacaJuga

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

“Kami mengakui adanya kelalaian dalam pemilihan menu. Seharusnya kami lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan untuk anak-anak,” ujar Agus Kurniawi, Senin, (29/09).

Lantas, apa sebenarnya yang membuat daging hiu begitu berisiko bagi kesehatan kita? Mari kita telaah lebih dalam. Salah satu ancaman utama adalah kadar merkuri yang tinggi.

Sebagai predator laut, hiu mengumpulkan merkuri dan racun lainnya melalui proses yang disebut biomagnifikasi, di mana konsentrasi zat berbahaya meningkat seiring naiknya tingkatan dalam rantai makanan.

Akibatnya, daging hiu bisa mengandung merkuri dalam jumlah yang jauh melebihi batas aman untuk dikonsumsi.

Tidak hanya itu, merkuri yang terakumulasi dalam tubuh hiu berubah menjadi metilmerkuri, senyawa yang sangat beracun dan dapat menyebabkan kerusakan saraf yang serius. Dr. Hermann Fruse, seorang ahli toksikologi dari Universitas Kiel, Jerman, bahkan menyebut merkuri sebagai salah satu racun biologis yang paling aktif dan berbahaya bagi manusia.

Baca Juga:
MK Tolak Gugatan Fitron-Diana, Iing: Alhamdulilah Tuduhan Tidak Terbukti

Dampak konsumsi metilmerkuri bisa beragam, mulai dari sakit kepala dan tremor hingga disfungsi kognitif, cacat lahir, kerusakan sistem saraf pusat dan otak, masalah memori, depresi, kerusakan ginjal, dan bahkan kanker.

“Merkuri adalah salah satu racun yang paling aktif secara biologis dan paling berbahaya bagi manusia,” tegas Dr. Fruse dalam sebuah penelitiannya.

Selain merkuri, daging hiu juga mengandung arsenik dalam kadar yang mengkhawatirkan. Jann Gilbert, seorang peneliti dari Southern Cross University, Australia, menemukan bahwa berbagai jenis hiu, seperti hiu Sandbar, Dusky, Great White, Whale, Dwarf Pygmy, dan Hammerhead, memiliki kadar arsenik yang jauh melebihi standar konsumsi yang direkomendasikan.

Konsumsi daging hiu dengan kadar arsenik tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, kulit, ginjal, dan hati, serta meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, kanker, dan kematian.

“Konsumsi spesies ini bisa sangat berbahaya dan harus dihindari sebisa mungkin,” kata Gilbert, memperingatkan masyarakat akan bahaya arsenik dalam daging hiu.

Terakhir, daging hiu juga mengandung urea dalam jumlah besar. Urea adalah limbah nitrogen utama dari mamalia laut yang berfungsi mencegah ikan mengering di air asin.

Namun, setelah hiu mati, urea akan terurai menjadi amonia, membuat dagingnya berbau dan terasa tidak sedap.

Dengan mempertimbangkan semua risiko ini, jelaslah bahwa konsumsi daging hiu sebaiknya dihindari, terutama oleh anak-anak.

Baca Juga:
Polda Banten Bekuk Dalang Penipuan Kavling Bodong, Kerugian Korban Capai Angka Fantastis

Semoga informasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya yang mungkin tersembunyi dalam hidangan laut yang populer ini, dan mendorong kita untuk memilih makanan yang lebih sehat dan aman bagi diri sendiri dan keluarga.

Previous Post

Hadapi Arab Saudi dan Irak, Garuda Diharapkan Tetap Tenang di Tengah Tekanan

Next Post

Truk Aceh Dilarang Melintas? Aksi Gubernur Bobby Nasution Tuai Kecaman

Related Posts

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal
Opini

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

by Yustinus Agus
03/01/2026
0

JAKARTA - Polemik penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di Jawa Barat kembali mengemuka setelah pernyataan Presiden Partai Buruh Said...

Read more
Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

02/01/2026
Pesona Pantai Pandawa: Dari Tebing Kapur Hingga Sunset Menawan, Wisatawan Melimpah

Pesona Pantai Pandawa: Dari Tebing Kapur Hingga Sunset Menawan, Wisatawan Melimpah

26/12/2025
Dari Kecantikan hingga Digital Marketing, MY ACADEMY Berdayakan Ibu-Ibu Pelaku Usaha

Dari Kecantikan hingga Digital Marketing, MY ACADEMY Berdayakan Ibu-Ibu Pelaku Usaha

24/12/2025
UNESCO Akui Tempe, Fadli Zon Sebut Penghargaan untuk Budaya Nusantara

UNESCO Akui Tempe, Fadli Zon Sebut Penghargaan untuk Budaya Nusantara

22/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id