SERANG – Pemerintah telah menyatakan kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, bersih dari paparan radioaktif Cesium-137. Namun, bayang-bayang trauma masih menghantui warga Desa Barengkok, yang tinggal tak jauh dari lokasi tersebut. Meski plang peringatan telah dicabut, kecemasan belum sepenuhnya hilang dari benak mereka.
Pantauan di salah satu lapak besi di Kampung Kedung Laban, Desa Barengkok – lokasi pertama yang dinyatakan terpapar radiasi – menunjukkan bahwa aktivitas masih belum kembali normal. Lapak tersebut tampak tutup, seolah menyimpan rapat-rapat memori kelam tentang bahaya tak kasat mata yang sempat mengintai.
Ida (36), seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa ketakutan sempat melumpuhkan aktivitas warga sekitar.
“Awalnya kami takut sekali. Setelah saya baca-baca, efek radiasi itu bisa berbahaya dalam jangka panjang, bahkan bisa menyebabkan kanker. Jadi waktu itu kami memilih untuk tidak mendekat,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (18/10/2025).
Kini, setelah mendapatkan penjelasan dan melihat tindakan nyata dari pemerintah, Ida mengaku sedikit lebih tenang.
“Sekarang sudah normal lagi karena katanya sudah disterilkan. Tapi kalau saya pribadi masih belum berani ke sana, takut masih ada sisa radiasinya,” ungkapnya, menyiratkan bahwa keraguan masih bersemayam di hatinya.
Baca Juga:
Jamkrida Banten Berbenah: Gubernur Andra Soni Dorong Tata Kelola Lebih Baik, UMKM Makin Jaya!
Di sisi lain, Staf Ahli Menko Pangan Bidang Komunikasi, Bara Krisna Hasibuan, menegaskan bahwa penanganan kontaminasi Cesium-137 di Cikande telah berjalan optimal dan terkendali.
“Pemerintah memastikan penanganan kontaminasi Cesium-137 di Cikande berjalan optimal dan terkendali,” tegasnya.
Bara memahami kekhawatiran yang dirasakan masyarakat. Namun, ia meyakinkan bahwa situasi saat ini aman dan terkendali. Satuan Tugas (Satgas) terus berkoordinasi lintas lembaga untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Dari total 22 pabrik di Kawasan Industri Modern Cikande dan PIKADE, sebanyak 20 pabrik serta dua lapak besi telah selesai dilakukan dekontaminasi dan dinyatakan clear and clean,” jelas Bara.
Pemerintah, lanjut Bara, akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan berkala untuk memastikan tidak ada sisa paparan radioaktif yang membahayakan warga maupun lingkungan sekitar.
“Dengan tuntasnya proses dekontaminasi ini, aktivitas di kawasan industri Cikande diharapkan segera pulih,” pungkasnya.
Baca Juga:
Akal Bulus Soendari: Kisah Buronan Korupsi Aset Pemkot Surabaya yang Berakhir di Balik Jeruji Besi
Namun, pertanyaan besar tetap menggantung di udara: Bisakah pemerintah benar-benar menjamin keamanan warga Cikande dari ancaman radioaktif? Dan kapan trauma ini akan benar-benar sirna dari benak mereka? Waktu yang akan menjawabnya.












