• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Bosan Janji Tanpa Bukti, Warga Huntara Turun Gunung Tagih Rumah Tetap ke Pemkab Lebak

Yustinus Agus by Yustinus Agus
04/12/2025
0
Bosan Janji Tanpa Bukti, Warga Huntara Turun Gunung Tagih Rumah Tetap ke Pemkab Lebak
0
SHARES
3
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

LEBAK – Puluhan warga korban bencana yang masih tinggal di hunian sementara (huntara) di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, datang mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dan “menyerbu” Pendopo pada Rabu (3 Desember 2025). Mereka menuntut kepastian realisasi hunian tetap (huntap) yang telah dijanjikan sejak bencana banjir bandang 2020 lalu — janji yang hingga sekarang belum terlaksana, dan membuat harapan puluhan keluarga tetap tertunda.

Massa aksi terdiri dari belasan hingga puluhan warga, banyak di antaranya adalah ibu-ibu, serta korban bencana yang sudah bertahan selama bertahun-tahun di hunian darurat. Mereka menenteng spanduk yang mendesak agar Pemkab segera mewujudkan huntap yang sudah dijanjikan, karena kondisi mereka saat ini dianggap sangat tidak layak. Huntara yang mereka tempati — terbuat dari terpal, bilik bambu, dengan alas tanah — membuat kehidupan mereka sulit sepanjang hampir lima sampai enam tahun.

Koordinator aksi, yang menyuarakan keluh kesah warga, menyebut bahwa saat kunjungan wakil bupati beberapa waktu lalu, memang ada janji akan dibangun 221 unit huntap. Namun, hingga kini janji itu belum terbukti. Warga mengaku telah “capek menunggu realisasi” — mereka bukan lagi menuntut janji manis, melainkan hasil konkret, yaitu rumah yang layak huni bagi keluarga yang sudah kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

BacaJuga

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Salah satu tuntutan warga adalah agar dibentuk “satuan tugas khusus” (satgas) yang fokus menyelesaikan pembangunan huntap secepatnya. Mereka meminta agar Pemkab tidak hanya memberi janji, melainkan aksi nyata: pengerjaan fisik menggunakan alat berat, pengadaan material, dan pembangunan dengan prioritas tinggi. Ancaman disampaikan pula: bila tuntutan tidak dipenuhi dalam waktu tiga kali 24 jam, mereka akan kembali mengerahkan massa yang lebih besar.

Kekecewaan warga bukan tanpa alasan. Sejak bencana pada awal 2020, mereka telah ditempatkan di huntara — hunian sementara yang kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak anggota keluarga, termasuk anak dan orang tua, tidur bersama dalam ruang sempit, dengan alas tanah, atap terpal, serta bilik bambu yang mudah bocor dan tak menahan hujan atau panas. Dalam musim hujan, atap bocor; di musim kemarau, panas dan pengap. Setiap hari, kesehatan anggota keluarga menjadi taruhan.

Sebelumnya, pemerintah telah menunjukkan itikad untuk membantu. Pada 2025, misalnya, terdapat komitmen bahwa pembangunan huntap akan dimulai pada September. Namun belakangan proyek itu diundur, ketika kewenangan pembangunan dialihkan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke Kementerian Perumahan Rakyat (Perkim). Perubahan tersebut memicu penyesuaian desain, anggaran, dan mekanisme — sehingga pelaksanaan kembali tertunda.

Pemerintah daerah melalui pejabatnya juga sudah mengakui persoalan ini. Amir Hamzah selaku wakil bupati menyatakan bahwa pihaknya akan kembali mengkoordinasikan dengan pemerintah pusat untuk memperjuangkan realisasi pembangunan huntap bagi 221 kepala keluarga terdampak. Ia mengakui bahwa warga wajar kecewa — “sudah cukup lama mereka tinggal di hunian sementara” — dan menyebut bahwa penundaan disebabkan regulasi pusat.

Baca Juga:
Aksi Kilat Polres Serang: Pengedar Pil Koplo Dibekuk Tengah Malam

Namun bagi warga, regulasi bukanlah penghibur; yang mereka butuhkan adalah tempat tinggal layak. Seorang koordinator aksi menyampaikan bahwa mereka telah terlalu lama hidup dalam ketidakpastian.

“Sudah hampir genap enam tahun lamanya, tapi rumah permanen yang dijanjikan pemerintah tak kunjung menjadi nyata,” ujarnya.

Warga mempertanyakan keseriusan Pemkab Lebak dalam menepati janji mereka — terutama untuk korban bencana yang telah kehilangan rumah dan mata pencaharian.

Keluhan warga ini bukanlah tanpa dukungan. Sejumlah laporan media dan pejabat menunjukkan bahwa saat ini terdapat 221 kepala keluarga korban banjir dan longsor di Lebakgedong yang masih tinggal di huntara. Sementara itu, pemetaan lahan untuk huntap sudah pernah dilakukan — termasuk lahan seluas beberapa hektare yang diklaim disiapkan. Namun sampai sekarang, belum ada pembangunan fisik yang nyata.

Warga pun menegaskan bahwa mereka siap mempertahankan perjuangan ini. Jika dalam waktu singkat tidak ada kemajuan — tidak ada pembangunan fisik, tidak ada kejelasan mekanisme, tidak ada komitmen — mereka berencana mengerahkan massa dalam jumlah lebih besar, sebagai upaya menekan pemerintah agar segera bertindak.

Situasi ini menggambarkan rasa frustrasi mendalam dari korban bencana: setelah kehilangan rumah, tanah, dan stabilitas hidup — mereka kini harus bertahan dalam hunian darurat, menanggung trauma fisik dan psikis, menunggu janji yang tak kunjung ditepati. Mereka berharap agar pemerintah — daerah maupun pusat — melihat realitas di lapangan: manusia menghadapi musim hujan dan kemarau, anak-anak butuh sekolah dan kesehatan, keluarga butuh ketenangan — bukan regulasi yang terus berubah, bukan janji kosong.

Baca Juga:
Libur Panjang, Polres Serang Siap Atur Arus Lalu Lintas

Dan di hari itu, di halaman Pendopo Pemkab Lebak, suara puluhan warga itu menegaskan satu hal sederhana: tinggal di terpal hingga bertahun-tahun bukan solusi. Mereka menagih rumah yang layak — hunian tetap yang telah dijanjikan sejak 2020. Waktu penantian mereka sudah terlalu lama, dan kesabaran mulai menipis. Pemerintah dipanggil untuk bertindak nyata sekarang — tidak nanti, tidak janji.

Tags: #hubtara#huntap#lebak
Previous Post

Rob Menyapa Pagi Jakarta Utara, Petugas Turunkan Pompa Air

Next Post

Dari Jualan Keliling ke Sindikat Sabu 2 Ton: Kehidupan Gelap Paryatin Terkuak

Related Posts

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil
Daerah

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

by Yustinus Agus
14/03/2026
0

SERANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan melalui kolaborasi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 234 Solidarity Community (SC)...

Read more
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id