JAKARTA – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hendra Lembong, dalam konferensi pers Kinerja BCA Semester I-2025 pada Jumat (1/8/2025), menegaskan komitmen BCA untuk sepenuhnya mematuhi arahan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait pemblokiran rekening tidak aktif atau dormant.
Langkah ini, menurutnya, sangat penting untuk menjaga keamanan dana nasabah. Pemblokiran rekening dormant, ujarnya, merupakan tindakan pencegahan bijak terhadap potensi penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Rekening yang lama tidak aktif memiliki risiko tinggi disalahgunakan; oleh karena itu, pemblokiran menjadi langkah proteksi yang vital bagi nasabah.
“Mengenai pemblokiran rekening dormant oleh PPATK, tentu kita di BCA mengikuti ketentuan dari PPATK di mana pemblokiran ini diminta oleh PPATK. Dan saya rasa ini cukup bagus juga,” jelas Hendra.
BCA aktif mengingatkan nasabah untuk menjaga keaktifan rekening mereka. “Jadi, kita ada kesempatan mengingatkan para nasabah bahwa rekening-rekening ini sebaiknya aktif. Karena kalau rekening ini dormant lama selalu ada risiko kalau ada yang memakai, yang punya rekening tidak tahu,” tambahnya.
BCA berkomitmen mensosialisasikan kebijakan ini secara intensif agar nasabah memahami pentingnya menjaga keaktifan rekening mereka.
Baca Juga:
Rawan Bencana, Banten Gelar Apel Kesiapsiagaan!
Proses Pembukaan Blokir dan Jumlah Rekening yang Diblokir
Untuk nasabah yang mengalami pemblokiran rekening, BCA memfasilitasi proses pembukaan blokir dengan syarat mengikuti prosedur yang berlaku. BCA akan menjadi jembatan komunikasi antara nasabah dan PPATK untuk menyelesaikan masalah.
“Nah, yang kita lihat begitu nasabah-nasabah kita juga minta kita untuk membuka blokir, kita mengikuti proses sesuai yang ada dengan kerja, kita sampaikan ke PPATK, dan PPATK juga buka blokirnya,” jelas Hendra.
Namun, ia menekankan bahwa pemulihan akses rekening tidak instan. Nasabah harus mengikuti mekanisme tertentu sesuai ketentuan PPATK.
Hendra tidak dapat memberikan angka pasti mengenai jumlah rekening yang diblokir karena data bersifat dinamis dan berubah setiap hari, seiring proses pemblokiran dan pembukaan blokir yang berkelanjutan, bergantung pada interaksi BCA dan PPATK.
Baca Juga:
Tramadol & Eximer Dijual Bebas, Polisi Tangsel Terlalu Sibuk Sampai Lupa Pengawasan
“Mengenai jumlah, ini berubah terus, karena setiap hari banyak sekali komunikasi dengan PPATK. Jadi memang jumlahnya ini naik turun tergantung berapa yang diblokir dan berapa lagi yang diblokir dan dibuka,” pungkasnya.
















