JAKARTA – Banten bersiap untuk transformasi besar dalam sistem transportasinya. Gubernur Andra Soni menargetkan reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung–Pandeglang akan dimulai pada tahun 2027, dengan tahapan sosialisasi dan kajian teknis yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat membuka aksesibilitas ke wilayah Pandeglang, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Rencana Kerja Sama Elektrifikasi Jalur Kereta Api di Jakarta Railway Center, Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya proyek ini bagi Provinsi Banten.
“Reaktivasi jalur Rangkasbitung–Pandeglang sangat penting karena akan membuka akses menuju Pandeglang,” ujarnya.
Selain reaktivasi jalur Rangkasbitung–Pandeglang, jalur Tanah Abang–Rangkasbitung juga akan mengalami peningkatan signifikan dengan sistem persinyalan yang lebih modern. PT KAI berencana meningkatkan frekuensi perjalanan kereta menjadi setiap 4–5 menit, dari yang sebelumnya 10 menit.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menjelaskan bahwa pengerjaan infrastruktur persinyalan akan dilakukan pada tahun 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa elektrifikasi seluruh jalur kereta api adalah bagian dari transformasi transportasi nasional yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga:
Mimpi Piala Dunia Kandas, Maarten Paes Terbang Kembali ke Dallas
“Kereta api adalah transportasi publik yang terus berkembang, semakin diminati masyarakat, murah, dan masif,” katanya.
Elektrifikasi ini juga mendukung Asta Cita ketahanan energi untuk mengurangi ketergantungan pada solar.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menambahkan bahwa elektrifikasi seluruh jalur kereta direncanakan rampung dalam 10 tahun ke depan melalui skema kerja sama bisnis antara PT KAI dan PT PLN tanpa menggunakan dana APBN.
“Elektrifikasi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, kecepatan, kenyamanan, keamanan, dan mendukung penggunaan energi hijau yang bersih,” jelasnya.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa efisiensi konversi energi listrik menjadi energi kinetik mencapai 90 persen, jauh lebih hemat dibandingkan bahan bakar minyak. Elektrifikasi kereta api juga mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia.
Pemprov Banten juga akan melakukan kajian elektrifikasi untuk jalur Rangkasbitung–Merak. Tri Nurtopo menjelaskan bahwa kajian ini akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk melakukan elektrifikasi jalur tersebut.
Baca Juga:
Tragedi Pegawai BRI Link: Wabup Serang Sampaikan Belasungkawa
Dengan berbagai inisiatif ini, diharapkan transportasi di Banten akan semakin modern, efisien, dan ramah lingkungan, memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan.












