SERANG – Banten menyatakan perang terhadap stunting! Pemerintah Provinsi Banten dan BKKBN menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana 2025 di Hotel Aston Serang. Lebih dari sekadar pertemuan rutin, Rakorda ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan untuk membangun keluarga berkualitas dan memastikan setiap anak Banten tumbuh sehat dan cerdas.
Misi besar ini demi menyongsong hadirnya generasi emas yang akan membawa Banten menuju masa depan gemilang!
Dengan semangat “Sinergitas, Kolaborasi Serta Akselerasi Quick Win Kemendukbangga/BKKBN Bersama Mitra Untuk Banten Maju Mandiri dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045”, Rakorda ini menghadirkan para pemimpin daerah, Forkopimda, mitra strategis, akademisi, dan perwakilan dari seluruh pelosok Banten. Semuanya hadir dengan satu tujuan: Banten harus menjadi yang terdepan!
Gubernur Banten, yang diwakili oleh Asisten Daerah I, dr. Komarudin, MAP, menyampaikan pesan yang membakar semangat. Ia menekankan bahwa Banten memiliki potensi besar dengan bonus demografi yang mencapai 70,1% penduduk usia produktif. Namun, potensi ini hanya akan terwujud jika kualitas sumber daya manusia ditingkatkan.
“Kalau dikelola dengan baik, bonus ini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Tapi tanpa kualitas, justru menjadi beban. Pembangunan keluarga adalah pondasi utama untuk mencetak generasi unggul,” ujarnya, menegaskan bahwa investasi pada keluarga adalah investasi masa depan.
Gubernur juga memberikan apresiasi atas keberhasilan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang telah berhasil menurunkan angka stunting di Banten dari 24% pada 2023 menjadi 21,1% pada 2024.
“Ini bukti kerja sama lintas sektor yang nyata. Harus kita lanjutkan dengan langkah yang lebih cepat dan terukur,” tambahnya, mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi dan berinovasi.
Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Ir. Rusman Efendi, MM, membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd.
Baca Juga:
Baru Sebulan Lebih Jabat, Direktur HR Telkom Sudah Angkat Kaki
Ia memaparkan berbagai pencapaian Program Bangga Kencana 2024 di Banten, mulai dari angka kelahiran total (TFR) yang mencapai 1,98, angka kelahiran remaja (ASFR) sebesar 13,9 per 1.000 wanita usia subur, penggunaan alat kontrasepsi modern (MCPR) sebesar 63,6%, penurunan kebutuhan KB yang tidak terpenuhi (unmet need) menjadi 10,3%, hingga 97,4% Kampung KB yang sudah mandiri.
Selain itu, Rusman Efendi juga menyampaikan perkembangan Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN di Banten hingga Juli 2025:
– GENTING telah membantu 15.068 anak, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan dukungan dana sebesar Rp 2,68 miliar dari 354 orang tua asuh.
– TAMASYA telah menjangkau 78,26% lokasi yang ditargetkan dan membina 310.147 keluarga.
– SIDAYA mencatat 98,17% anggota Bina Keluarga Lansia (BKL) aktif dan 95,28% lansia mengikuti sekolah lansia.
– GATI berhasil melibatkan 100% komunitas ayah dalam berbagai kegiatan.
“Rakorda ini bukan sekadar forum evaluasi, tetapi momentum untuk menyatukan visi antara pemerintah pusat dan daerah agar setiap anggaran yang dikeluarkan memberikan manfaat yang maksimal. Target kita bukan hanya sekadar angka, tetapi perubahan nyata bagi keluarga di Indonesia,” tegas Rusman Efendi mewakili Menteri.
Rakorda ini juga diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti pengukuhan Ayah Bunda GenRe & OTA GENTING untuk para kepala daerah se-Banten, penyerahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang KB 2025, pemberian 18 penghargaan, penandatanganan sembilan nota kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi dan mitra strategis, serta diskusi panel mengenai berbagai isu penting seperti peta jalan kependudukan, gizi, evaluasi program, dan praktik baik dalam mempercepat penurunan angka stunting.
Berdasarkan data dari BPS, pada tahun 2025 jumlah penduduk Banten mencapai 12,54 juta jiwa dengan pertumbuhan 1,1% per tahun. Angka kemiskinan juga berhasil diturunkan menjadi 5,63% (772,78 ribu jiwa) pada Maret 2025, dari 5,84% pada Maret 2024. Selain itu, sebanyak 283.250 keluarga yang berisiko stunting telah terdata secara rinci untuk mendapatkan intervensi yang tepat sasaran.
Baca Juga:
TNBS Musnahkan Sawit Ilegal Seluas Hampir 100 Hektare di Kawasan Konservasi
Rakorda Bangga Kencana 2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk mewujudkan Banten yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera, serta menyongsong Indonesia Emas 2045.
















