SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk. (BEKS), yang lebih dikenal dengan nama Bank Banten, telah resmi mengumumkan pengunduran diri Bambang Widyatmoko dari jabatan sebagai Direktur Bisnis Perseroan. Kebaruan ini diumumkan melalui keterbukaan informasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menjadi saluran wajib bagi emiten untuk memberitakan setiap peristiwa penting yang berpotensi memengaruhi keputusan pemegang saham dan pasar.
Dalam dokumen yang disampaikan kepada BEI, Bank Banten menyampaikan bahwa pengunduran diri tersebut telah diterima oleh manajemen pada hari Selasa, 19 November 2025. Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, dan dikutip oleh berbagai sumber media pada hari Jumat (21/11/2025) sehingga berita ini mulai menyebar luas di lingkup industri perbankan dan pasar modal.
“Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Bambang Widyatmoko selaku Direktur Bisnis Perseroan pada 19 November 2025,” tulis Busthami dalam dokumen tersebut, yang disusun sesuai dengan ketentuan peraturan BEI tentang transparansi informasi emiten.
Meskipun berita pengunduran diri seorang direktur seringkali menimbulkan pertanyaan di kalangan pasar, manajemen Bank Banten segera memberikan klarifikasi tentang proses yang akan diikuti. Menurut keterangan resmi, permohonan pengunduran diri Bambang Widyatmoko dari jabatannya akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan yang akan diadakan pada waktu yang ditetapkan nanti.
Hal ini selaras dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengatur tentang jabatan dewan komisaris dan direksi di lembaga keuangan. Proses ini memastikan bahwa setiap keputusan tentang pergantian anggota direksi melalui pengunduran diri dilakukan secara transparan dan sesuai dengan hak-hak pemegang saham.
Selama menjabat sebagai Direktur Bisnis, Bambang Widyatmoko memiliki peran penting dalam mengembangkan strategi bisnis Bank Banten, terutama dalam memperluas jaringan pelanggan, mempromosikan produk dan layanan perbankan, serta meningkatkan kinerja pendapatan dari segmen bisnis utama.
Meskipun tidak disebutkan alasan spesifik di balik pengunduran dirinya, peran yang dia emban selama ini telah berkontribusi pada perkembangan Bank Banten sebagai salah satu bank pembangunan daerah (BPD) yang aktif beroperasi di Provinsi Banten dan wilayah sekitarnya. Sejak berdiri, Bank Banten telah berfokus pada mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui pemberian kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta proyek-proyek infrastruktur yang berhubungan dengan pembangunan Provinsi Banten.
Salah satu poin penting yang disoroti oleh manajemen Bank Banten dalam keterbukaan informasi tersebut adalah penegasan bahwa pengunduran diri Bambang Widyatmoko tidak akan berdampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, ataupun kelangsungan usaha perseroan.
“Tidak ada dampak yang bersifat material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” jelas pernyataan resmi Bank Banten.
Baca Juga:
Kata “material” di sini memiliki arti penting dalam konteks pasar modal, yang berarti tidak ada perubahan yang signifikan yang akan memengaruhi nilai perusahaan atau keputusan investasi pemegang saham.
Penegasan ini menjadi sangat relevan mengingat bahwa pergantian anggota direksi terkadang dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar, terutama jika posisi yang ditinggalkan memiliki peran strategis yang besar. Namun, Bank Banten memastikan bahwa struktur manajemennya telah dirancang untuk tetap beroperasi dengan lancar meskipun ada pergantian individu dalam jabatan penting.
Tim manajemen lain di divisi bisnis telah memiliki pengalaman yang cukup dan akan terus menjalankan tugas-tugas sehari-hari serta mengimplementasikan strategi bisnis yang telah ditetapkan. Selain itu, manajemen juga menyatakan bahwa mereka akan segera melakukan proses perekrutan untuk mengisi posisi Direktur Bisnis yang akan kosong, sesuai dengan prosedur yang berlaku dan dengan mempertimbangkan kualifikasi serta pengalaman yang dibutuhkan.
Kondisi keuangan Bank Banten dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan tren yang positif, yang menjadi dasar bagi keyakinan manajemen bahwa pengunduran diri ini tidak akan memengaruhi stabilitas keuangan. Menurut laporan keuangan terbaru perseroan, Bank Banten telah mencatat pertumbuhan aset, peningkatan rasio kecukupan modal (CAR) yang memenuhi standar OJK, serta penurunan rasio kredit macet (NPL).
Hal ini menunjukkan bahwa bank tersebut memiliki fondasi keuangan yang kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk pergantian anggota direksi.
Selain itu, sebagai bank pembangunan daerah yang memiliki status perseroan terbatas tercatat (Tbk.), Bank Banten juga terikat oleh aturan tentang tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Hal ini memastikan bahwa setiap keputusan manajemen, termasuk yang berkaitan dengan pengunduran diri dan perekrutan direksi, dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan bersama perseroan dan pemegang saham.
Manajemen juga terus berkomunikasi secara terbuka dengan pemegang saham, investor, dan publik untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini tentang perkembangan di dalam perusahaan.
Di sisi pasar, respon awal terhadap berita pengunduran diri ini relatif netral. Harga saham Bank Banten (BEKS) pada hari pengumuman tidak menunjukkan fluktuasi yang signifikan, yang mencerminkan bahwa investor menerima penegasan manajemen tentang tidak adanya dampak material. Para analis perbankan juga menyatakan bahwa pergantian direktur adalah hal yang umum dalam industri dan tidak akan memengaruhi kinerja jangka panjang Bank Banten selama proses penggantian berjalan lancar dan strategi bisnis tetap terjaga.
Ke depannya, Bank Banten akan terus fokus pada tujuan utamanya untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah Provinsi Banten, memperluas jangkauan layanan perbankan, dan meningkatkan kinerja keuangan. Proses penggantian Direktur Bisnis diharapkan akan diselesaikan dalam waktu yang wajar, dan manajemen akan memastikan bahwa transisi berjalan lancar tanpa mengganggu operasional sehari-hari.
Baca Juga:
SMSI Kabupaten Serang Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-47 untuk Bupati Ratu Rachmatuzakiyah
Dengan fondasi keuangan yang kuat dan struktur manajemen yang solid, Bank Banten percaya bahwa mereka akan tetap mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah dan memberikan nilai bagi pemegang saham.















