• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Banjir Kepung Permukiman dan Kawasan Industri Cilegon

Yustinus Agus by Yustinus Agus
02/01/2026
0
Banjir Kepung Permukiman dan Kawasan Industri Cilegon
0
SHARES
10
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

CILEGON – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cilegon sejak pagi hingga malam hari memicu banjir besar yang kembali menenggelamkan sejumlah kawasan di kota industri ini. Peristiwa banjir yang terjadi pada hari itu bukan sekadar genangan biasa, melainkan menciptakan suasana darurat bagi ribuan warga yang tinggal di beberapa kecamatan terdampak. Air merendam jalan-jalan utama, halaman pabrik, hingga area permukiman warga, memaksa masyarakat untuk beradaptasi cepat menghadapi kondisi sulit yang datang begitu tiba-tiba.

Sejak hujan mulai turun deras tak henti dari siang hingga petang, warga di kecamatan Ciwandan menjadi salah satu yang paling parah terdampak. Air hujan yang tak tertampung oleh sistem drainase kota semakin meluap ketika tekanan air laut naik seiring kondisi pasang yang terjadi pada siang itu. Akibatnya, air banjir dengan cepat memenuhi jalan-jalan utama dan perlahan masuk ke halaman pabrik di kawasan industri Ciwandan hingga mencapai ketinggian yang cukup tinggi, melebihi dada orang dewasa di beberapa titik. Banyak rumah warga juga tak luput dari genangan air yang semakin naik seiring intensitas hujan yang tak kunjung mereda.

Sejumlah warga yang rumahnya berada di dataran rendah terpaksa mengungsi sementara. Mereka memindahkan barang-barang berharga ke lantai atas atau tempat yang lebih tinggi, sambil sesekali membantu tetangga mereka yang kesulitan mengamankan perabotan rumah. Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Ciwandan menggambarkan suasana mencekam yang ia dan keluarga rasakan: “Air datang sangat cepat. Kami hanya punya waktu beberapa menit untuk menyelamatkan barang sebelum air masuk ke dalam rumah,” ujarnya sambil menunjukkan foto-foto rumahnya yang terendam hingga pinggang orang dewasa.

BacaJuga

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Sementara itu, di berbagai titik jalan utama di Kota Cilegon, kendaraan bermotor terjebak dalam genangan tinggi. Beberapa mobil bahkan ikut terbawa arus air yang deras. Pengendara yang nekat menerobos banjir terpaksa keluar dari kendaraannya dan berjalan kaki menuntun mobil mereka ke tempat yang lebih aman. Situasi ini menciptakan kepanikan dan antrian panjang kendaraan di tengah banjir, membuat lalu lintas di kota yang biasanya ramai industri menjadi lumpuh total.

Tidak hanya masyarakat umum, lingkungan industri pun merasakan dampaknya. Halaman pabrik dan beberapa fasilitas di wilayah Ciwandan tergenang air, menyebabkan beberapa operasi produksi terpaksa dihentikan sementara. Pihak manajemen pabrik setempat menyatakan bahwa mereka telah mengaktifkan prosedur darurat untuk memastikan keselamatan pekerja, namun kerugian materi maupun gangguan operasional tidak dapat dihindari.

Banjir ini juga menyentuh sisi sosial dan ekonomi warga. Para pedagang kecil yang biasanya membuka lapak di tepi jalan kini terpaksa menutup dagangan karena banjir masuk hingga ke area usaha mereka. “Saya tidak bisa membuka dagang hari ini. Air sampai ke dagangan saya,” kata salah satu pedagang yang berjualan makanan di halaman rumahnya. Sejumlah usaha kecil lain seperti tukang cukur, toko kelontong, dan warung makan juga terkena dampak sama, membuat pemasukan mereka menurun drastis di tengah kondisi yang serba tidak menentu.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera dikerahkan setelah laporan banjir masuk ke posko darurat. Dibantu oleh unsur TNI dan kepolisian, mereka melakukan evakuasi warga di kawasan terdalam banjir serta mendirikan posko bantuan di beberapa titik aman. Posko tersebut menjadi pusat distribusi bantuan logistik dasar seperti air minum, makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan. Para relawan bekerja siang dan malam membantu warga yang terpaksa tinggal di tempat pengungsian sementara.

Baca Juga:
Kapolri Pantau Langsung Titik Api Karhutla di Riau dari Udara

Dalam koordinasi bersama, BPBD mengimbau warga agar terus waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Selain penanganan evakuasi, tim gabungan juga melakukan langkah pencegahan dengan memantau kondisi sungai dan saluran drainase untuk mengantisipasi banjir susulan. Ketinggian air yang terus naik di daerah-daerah tertentu membuat mereka harus ekstra hati-hati.

“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi air di sungai serta drainase. Kami juga telah menyiapkan tim siaga untuk membantu masyarakat jika situasi semakin memburuk,” kata salah satu petugas BPBD.

Dampak banjir tidak hanya dirasakan di sektor permukiman dan jalan, tetapi juga pentingnya sistem drainase yang lebih baik menjadi sorotan utama. Banyak warga menunjukkan bahwa drainase di kawasan mereka telah penuh dengan sampah sehingga air hujan tidak dapat mengalir lancar. Ini diperparah oleh rendahnya kapasitas tampung drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan yang besar. Sejumlah tokoh masyarakat bahkan menyerukan agar pemerintah segera melakukan perbaikan sistem drainase dan saluran air untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan tiba.

Para warga juga mengingat banyaknya banjir yang pernah melanda kota ini dalam beberapa tahun terakhir, menandakan bahwa masalah banjir di Cilegon bukan lagi hal baru, tetapi memiliki pola yang hampir sama tiap tahun ketika hujan deras mengguyur. Beberapa warga berharap pemerintah lebih serius dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir jangka panjang, termasuk normalisasi sungai, revitalisasi saluran air, serta penataan urban yang lebih baik terutama di daerah-daerah yang mudah terendam.

Salah satu solusi yang sering disuarakan warga adalah perlunya pengerukan dan perluasan sungai serta saluran air agar volume air bisa dialirkan lebih cepat ke area yang lebih rendah dan tidak tergenang di pemukiman.

“Kalau sungai dan drainase dibersihkan secara rutin, mungkin banjir seperti ini tidak akan separah ini,” ujar warga lainnya yang ikut membantu relawan di posko banjir.

Di tengah suasana sulit, kekompakan warga Cilegon terlihat begitu kuat. Warga saling berbagi makanan, minuman, dan saling membantu memindahkan barang-barang penting keluar dari rumah. Anak-anak sekolah yang rumahnya tidak terkena dampak banjir ikut tergerak membantu orang tua mereka menyebarkan informasi dan membantu posko bantuan.

Baca Juga:
Banten ke Semifinal Popnas! Bantai Gorontalo, Tantang Jabar di Laga Sengit

Kejadian banjir tersebut juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi fenomena alam yang semakin tidak menentu. Hujan deras, pasang air laut, dan drainase yang tidak memadai menjadi kombinasi risiko tinggi yang harus ditangani secara serius oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Tags: #banjir#cilegon
Previous Post

Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

Next Post

Dana Rp60 Miliar Diduga Raib, Pemprov Banten Siapkan Perombakan Total ABM

Related Posts

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil
Daerah

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

by Yustinus Agus
14/03/2026
0

SERANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan melalui kolaborasi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 234 Solidarity Community (SC)...

Read more
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id