• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, Maret 19, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Bakar Sampah Plastik, Udara dan Tubuh Terpapar Mikroplastik

Yustinus Agus by Yustinus Agus
11/12/2025
0
Bakar Sampah Plastik, Udara dan Tubuh Terpapar Mikroplastik
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Paparan mikroplastik kini menjadi ancaman serius yang semakin sulit dibendung di Indonesia. Polutan halus ini tak lagi terkurung di laut atau sungai, mereka sudah menjalar ke udara, menyatu dalam hujan, bahkan menyusup ke dalam tubuh manusia. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kebiasaan membakar sampah, terutama plastik, menjadi salah satu sumber utama pencemaran mikroplastik di udara.

Hasil riset dari Ecoton bersama SIEJ atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia menunjukkan bahwa partikel-partikel mikroplastik berkomposisi poliolefin, material umum dalam kantong plastik dan kemasan, terdeteksi dengan frekuensi tinggi di udara, terutama di area perkotaan. Penelitian mengungkap bahwa dari seluruh aktivitas yang menyumbang mikroplastik di udara, pembakaran sampah plastik mendominasi penyebab, dengan kontribusi mencapai sekitar 55 persen.

Dalam pemantauan terhadap 18 kota di Indonesia, hasilnya sangat mencengangkan, sejumlah kota besar tercatat sebagai titik kritis. Misalnya, di Jakarta ditemukan rata-rata 37 partikel per dua jam selama pengambilan sampel udara, menjadikannya wilayah dengan polusi mikroplastik udara tertinggi. Kota-kota lain seperti Bandung, Semarang, dan Kupang juga termasuk dalam daftar lima besar wilayah terkontaminasi.

BacaJuga

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

Peneliti menyatakan bahwa partikel mikroplastik ini dapat terangkat ke atmosfer melalui asap pembakaran, kemudian terbawa angin dan menyebar hingga ratusan kilometer. Ketika bereaksi dengan uap air di udara, partikel ini bisa ikut turun bersama hujan, fenomena yang kini dikenal sebagai hujan mikroplastik.

Tak hanya mencemari udara, jejak mikroplastik bahkan ditemukan pada tubuh manusia. Hasil riset kolaboratif antara Greenpeace Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memperlihatkan bahwa dari 67 sampel manusia, baik dari urin, darah, maupun feses, 95 persen mengandung mikroplastik, terutama dari jenis plastik PET atau polyethylene terephthalate, yang lazim digunakan untuk botol air kemasan sekali pakai. Sebanyak 204 partikel terdeteksi pada temuan tersebut, terutama pada pengguna kemasan plastik sekali pakai.

Efek kesehatan dari paparan ini sangat serius. Menurut Pukovisa Prawirohardjo, peneliti saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, individu yang terpapar mikroplastik menunjukkan risiko penurunan fungsi kognitif hingga 36 kali lipat. Artinya, kemampuan berpikir, mengingat, dan membuat keputusan bisa tergerus tajam akibat kontaminasi partikel mikroplastik.

Baca Juga:
Semangat Pramuka Berkobar di Kabupaten Serang: Ratu Zakiyah Kukuhkan Ratusan Anggota Baru!

Bahaya mikroplastik tidak terbatas hanya pada sistem saraf. Partikel kecil ini bisa ikut masuk ke dalam rantai makanan. Ketika mikroplastik mencemari tanah, air, atau makanan laut, organisme seperti ikan atau udang bisa menelannya. Dari situ, mikroplastik bisa berpindah ke tubuh manusia yang mengonsumsi hasil laut tersebut. Di dalam tubuh, mikroplastik dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus, komunitas bakteri, jamur, dan mikroorganisme lain yang penting bagi kesehatan, serta memicu stres oksidatif, yang berisiko merusak sel, sistem kardiovaskular, sistem reproduksi, dan saraf.

Situasi ini mencerminkan buruknya pengelolaan sampah plastik di Indonesia. Volume sampah plastik terus melonjak, global menunjukkan lonjakan dramatis dari 213 juta ton pada tahun 2000 menjadi 460 juta ton pada 2019. Di dalam negeri, data dari SIPSN atau Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional mencatat bahwa timbulan sampah plastik meningkat dari 4,38 juta ton pada 2019 menjadi 7,86 juta ton pada 2023.

Di tengah situasi yang makin kritis, para peneliti menyerukan perubahan besar, baik dari pemerintah, produsen plastik, maupun masyarakat luas. Pengelolaan sampah harus dilakukan secara benar dan menyeluruh, mulai dari pemilahan sampah di rumah, memperketat larangan penggunaan plastik sekali pakai, serta mendorong penggunaan kemasan yang dapat digunakan ulang.

Di level produsen, dibutuhkan tanggung jawab lebih, seperti transparansi komposisi plastik dalam produk serta peta jalan konkret untuk mengurangi produksi kemasan sekali pakai. Tanpa tindakan nyata, partikel mikroplastik, yang awalnya tampak sepele, akan terus menumpuk di udara, tanah, dan tubuh manusia, membawa dampak jangka panjang yang sulit dibayangkan.

Membersihkan polusi plastik bukan tugas ringan. Tapi pengelolaan yang tepat dari darat, bukan membakar sampah, adalah kunci untuk mencegah mikroplastik menyebar lebih luas.

Baca Juga:
Prabowo Balas Telak Trump Soal PBB: “Bukan Macan Kertas, Tapi Garda Terdepan Perdamaian Dunia!”

Krisis mikroplastik di udara bukan sekadar soal sampah, ini soal udara yang kita hirup, air hujan yang kita sentuh, makanan yang kita makan, dan kesehatan kita, sekarang dan masa depan. Tanpa perubahan mendasar dalam kebiasaan dan kebijakan, mikroplastik bisa menjadi ancaman tak terlihat yang terus menghantui kehidupan sehari-hari.

Tags: #bakarsampah
Previous Post

Univa Sosialisasikan KUHAP Baru untuk Peradilan Lebih Humanis

Next Post

BNN Perkuat Profesionalisme Aparat Lewat Pelatihan Asesmen Terpadu di Bogor

Related Posts

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal
Opini

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

by Yustinus Agus
03/01/2026
0

JAKARTA - Polemik penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di Jawa Barat kembali mengemuka setelah pernyataan Presiden Partai Buruh Said...

Read more
Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

02/01/2026
Pesona Pantai Pandawa: Dari Tebing Kapur Hingga Sunset Menawan, Wisatawan Melimpah

Pesona Pantai Pandawa: Dari Tebing Kapur Hingga Sunset Menawan, Wisatawan Melimpah

26/12/2025
Dari Kecantikan hingga Digital Marketing, MY ACADEMY Berdayakan Ibu-Ibu Pelaku Usaha

Dari Kecantikan hingga Digital Marketing, MY ACADEMY Berdayakan Ibu-Ibu Pelaku Usaha

24/12/2025
UNESCO Akui Tempe, Fadli Zon Sebut Penghargaan untuk Budaya Nusantara

UNESCO Akui Tempe, Fadli Zon Sebut Penghargaan untuk Budaya Nusantara

22/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id