JAKARTA, 30 Oktober 2025 – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terus menghantam berbagai sektor industri di seluruh dunia. Mulai dari raksasa makanan dan minuman Nestlé, jaringan restoran cepat saji Pizza Hut, hingga perusahaan teknologi Amazon, satu per satu perusahaan besar mengumumkan restrukturisasi yang berujung pada pemangkasan ribuan tenaga kerja.
Langkah-langkah pahit ini mencerminkan tekanan ekonomi global yang semakin berat. Kenaikan biaya operasional, penurunan daya beli konsumen, hingga disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), memaksa perusahaan-perusahaan ini untuk mengambil tindakan efisiensi yang tidak populer.
Beberapa perusahaan secara terbuka mengakui bahwa PHK dilakukan demi efisiensi dan memangkas biaya operasional. Sementara yang lain mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk mempertahankan stabilitas bisnis di tengah perubahan pasar yang bergerak sangat cepat.
Berikut adalah daftar perusahaan-perusahaan internasional yang mengumumkan PHK besar-besaran dalam beberapa waktu terakhir:
– Pizza Hut: Jaringan restoran cepat saji ini menutup puluhan gerai di Inggris dan melakukan PHK terhadap 1.210 karyawan. Kenaikan upah minimum dan biaya asuransi perusahaan menjadi faktor utama yang membebani operasional Pizza Hut di Inggris. Yum! Brands, pemilik global Pizza Hut, menyelamatkan sebagian gerai dengan membeli 64 restoran dan mempertahankan 1.276 pekerja.
– Amazon: Raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini berencana melakukan PHK terhadap 30 ribu karyawan, atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah ini diambil seiring dengan pelemahan pasar tenaga kerja di AS dan meningkatnya penggunaan teknologi AI yang menggantikan sejumlah fungsi manusia. CEO Amazon, Andy Jassy, menjelaskan bahwa efisiensi yang dihasilkan dari teknologi AI memungkinkan perusahaan mengurangi jumlah karyawan.
Baca Juga:
Polda Banten Salat Ghaib untuk Personel Gugur di Way Kanan
– Target Corp: Perusahaan ritel asal AS ini mengumumkan PHK terhadap 1.800 karyawan korporat atau sekitar 8 persen dari total tenaga kerja kantoran. Langkah ini diambil dalam rangka restrukturisasi besar-besaran untuk memulihkan kinerja bisnis yang lesu selama bertahun-tahun. CEO baru Target, Michael Fiddelke, mengatakan bahwa terlalu banyak lapisan dan pekerjaan yang saling tumpang tindih memperlambat pengambilan keputusan.
– Alexander McQueen: Rumah mode mewah ini memangkas 20 persen staf kantor pusatnya di London atau sekitar 55 karyawan akibat penurunan penjualan. Kering, perusahaan induk McQueen, mengonfirmasi bahwa restrukturisasi ini dilakukan untuk mengurangi kompleksitas di seluruh pasar internasional.
– Nestlé: Produsen makanan dan minuman asal Swiss ini mengumumkan akan melakukan PHK terhadap 16 ribu karyawan atau sekitar 5,8 persen dari total tenaga kerja globalnya. CEO baru Nestlé, Philipp Navratil, mengatakan bahwa PHK ini dilakukan untuk memangkas biaya dan memulihkan kepercayaan investor. Nestlé menargetkan penghematan 3 miliar franc Swiss hingga 2027.
– Starbucks: Raksasa kopi ini mengumumkan penutupan ratusan gerai di Amerika Utara disertai PHK besar-besaran. CEO Starbucks, Brian Niccol, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk membalikkan kinerja keuangan perusahaan yang sedang lesu. Starbucks berencana merenovasi lebih dari 1.000 gerai dengan desain baru.
– Agoda: Platform perjalanan daring ini mengonfirmasi telah melakukan PHK di Singapura, Shanghai (China), dan Budapest (Hungaria) sebagai bagian dari langkah efisiensi operasional. Di Singapura, sekitar 50 karyawan terdampak. Agoda bahkan melarang karyawan yang di-PHK untuk melapor ke lembaga pemerintah atau melakukan mediasi, dengan ancaman penarikan pesangon jika melanggar ketentuan tersebut.
Gelombang PHK ini menjadi sinyal peringatan bagi para pekerja di seluruh dunia. Diperlukan adaptasi dan peningkatan keterampilan yang berkelanjutan untuk menghadapi perubahan pasar kerja yang semakin dinamis.
Baca Juga:
Ponpes Al Khoziny Ambruk: Korban Tewas Jadi 45, Proses Evakuasi Terus Berlanjut
Perusahaan-perusahaan pun dituntut untuk lebih bertanggung jawab dalam mengambil keputusan PHK dan memberikan dukungan yang memadai bagi karyawan yang terdampak.
















