LEBAK – Suasana khidmat dan penuh warna menyelimuti Kasepuhan Cisungsang, Kabupaten Lebak, saat Gubernur Banten, Andra Soni, turut serta dalam perayaan Seren Taun yang sarat makna. Bukan sekadar menghadiri, Andra Soni benar-benar menyelami tradisi luhur ini dengan mengikuti prosesi ‘Ngimahkeun Pare’, sebuah ritual sakral memasukkan padi ke lumbung sebagai simbol menjaga ketahanan pangan.
Dengan balutan ikat kepala khas Kasepuhan Cisungsang, sang gubernur tampak khusyuk mengikuti setiap langkah prosesi.
Rombongan pengangkut padi yang diiringi alunan merdu angklung buhun membawa nuansa magis tersendiri.
Lantunan rajah dan kidung, yang berisi doa keselamatan dan petuah bijak kehidupan, semakin menghangatkan suasana pagi itu.
Puncak acara adalah ketika Andra Soni, bersama tokoh masyarakat dan pejabat penting lainnya, ikut memasukkan padi ke dalam lumbung adat.
Momen ini menjadi pengalaman pertama yang tak terlupakan bagi sang gubernur.
“Alhamdulillah, saya baru pertama kali menghadiri Seren Taun Kasepuhan Cisungsang,” ungkapnya dengan nada takjub.
“Baru sekali masuk ke dalam leuit (lumbung) dan berada di tengah-tengah padi. Ini adalah ketahanan pangan versi kearifan lokal Kasepuhan Cisungsang,” tambahnya.
Baca Juga:
Dari Ladang ke Lumbung Pangan: Polres Serang Sukses dengan Program Jagung
Kabar baiknya, keindahan dan keunikan Seren Taun Kasepuhan Cisungsang telah diakui secara nasional.
Buktinya, acara ini berhasil masuk dalam daftar bergengsi Top 110 Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 Kementerian Pariwisata RI.
Pengakuan ini tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Banten, sekaligus membuka peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Diharapkan, dengan masuknya Seren Taun ke dalam KEN 2025, dampak positif akan semakin meluas. Peningkatan kunjungan wisatawan tentu akan menggairahkan perekonomian lokal, membuka lapangan kerja baru, serta melestarikan nilai-nilai budaya dan lingkungan yang adi luhung.
Tak hanya prosesi sakral, Seren Taun Kasepuhan Cisungsang juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional yang memukau.
Wayang golek, tari jaipong, rampak bedug, dan alunan musik tradisional lainnya menghipnotis para pengunjung.
Pasar malam dengan aneka jajanan tradisional dan pameran produk UMKM pun tak kalah menarik, memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha lokal untuk unjuk gigi.
Kehadiran Gubernur Andra Soni dalam perayaan Seren Taun ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya dan kearifan lokal.
Baca Juga:
Erick Thohir Terkesan, Banten International Stadium Berpeluang Jadi Kandang Timnas Garuda!
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan tradisi luhur ini akan terus lestari dan menjadi daya tarik wisata yang memukau bagi generasi mendatang.












