JAKARTA – Suara lantang buruh kembali bergema di jantung ibu kota. Ribuan massa dari berbagai elemen buruh, yang didominasi oleh atribut KSPSI, memadati depan Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin, (22/09). Aksi demonstrasi ini bukan hanya sekadar unjuk rasa biasa, melainkan sebuah panggilan mendesak akan keadilan dan kesejahteraan bagi kaum pekerja.
Pantauan di lokasi menunjukkan, massa buruh yang membawa bendera Merah Putih dan bendera KSPSI, dengan semangat membara menyuarakan tuntutan-tuntutan krusial.
Orasi-orasi berapi-api menyerukan penghapusan sistem outsourcing yang dianggap merugikan, serta penolakan terhadap upah murah yang mencekik kehidupan para pekerja. Bahkan, lagu perjuangan “Buruh Tani” pun menggema, membangkitkan semangat solidaritas di antara para demonstran.
Aksi massa ini berdampak signifikan pada arus lalu lintas. Jalan Gatot Subroto dari arah Semanggi menuju Slipi mengalami kemacetan parah. Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan rekayasa lalu lintas, mengalihkan kendaraan menuju Jalan Gerbang Pemuda.
Ironisnya, lajur khusus bus TransJakarta yang seharusnya steril, justru dimanfaatkan oleh sejumlah pengendara pribadi yang mencoba menghindari kemacetan.
Baca Juga:
Wagub Banten Tekankan Implementasi Nilai-Nilai Pancasila
Namun, apa sebenarnya yang menjadi bara api di balik aksi demonstrasi ini?
Tuntutan buruh kali ini sangat jelas:
1. Tegakkan Supremasi Sipil: Menuntut negara untuk lebih serius melindungi hak-hak buruh dan memastikan supremasi hukum ditegakkan.
2. Segera Bentuk RUU Ketenagakerjaan: Mendesak pemerintah dan DPR untuk segera merumuskan dan mengesahkan undang-undang yang berpihak pada kepentingan pekerja.
3. Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM): Menjadi inti dari perjuangan buruh, menolak praktik outsourcing yang dianggap merendahkan martabat pekerja serta menuntut upah yang layak.
Baca Juga:
Sentuhan Humanis Polsek Panongan: Program POLIRAN Ubah Wajah Desa Mekar Jaya
Aksi demonstrasi ini menjadi sinyal kuat bahwa isu ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan DPR. Akankah suara buruh kali ini didengar dan direspon dengan tindakan nyata? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.















