JAKARTA, 23 Oktober 2025 – Dunia pesantren Indonesia bergema dengan kabar gembira! Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama (Kemenag) RI, kado istimewa di Hari Santri yang menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak akan pengawasan dan pembinaan yang lebih terfokus.
Perintah bersejarah ini, tertuang dalam surat bernomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025, lahir dari keprihatinan mendalam atas tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.
Wamenag Muhammad Syafi’i menegaskan, “Bapak Presiden melalui Mensesneg memerintahkan untuk segera mendirikan Dirjen Pesantren di Kementerian Agama Republik Indonesia!”
Baca Juga:
Tren Berbahaya: Tramadol dan Eximer Ancam Masa Depan Anak Muda Jakarta
MUI sendiri telah lama menyuarakan perlunya Ditjen khusus ini. Sekjen MUI, Amirsyah, menekankan bahwa tragedi Al Khoziny adalah “alarm” bagi pemerintah.
“Membina, mengawasi semua pesantren yang 40.000 lebih, butuh struktur birokrasi yang kuat,” ujarnya. Mensesneg Prasetyo Hadi menambahkan, “Dari peristiwa itu, kita sadar perlu memberi perhatian lebih kepada pondok-pondok pesantren.”
Dengan lahirnya Ditjen Pesantren, diharapkan 42 ribu lebih pesantren di seluruh Indonesia akan mendapatkan pengawasan dan pembinaan yang lebih intensif, memastikan keamanan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan kesejahteraan santri.
Baca Juga:
Kapolri Cup 2025: Ajang Menembak Bergengsi
Ini adalah era baru bagi dunia pesantren, era di mana negara hadir lebih dekat untuk melindungi dan mengembangkan potensi generasi penerus bangsa!
















