JAKARTA – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait gempuran produk impor yang semakin menekan UMKM, terutama usaha mikro. Dampaknya sudah terasa nyata, salah satunya di Pasar Tajur, Jawa Barat, di mana puluhan toko terpaksa gulung tikar.
“Ini rata-rata terkena dampaknya, sebagai salah satu contoh di Tajur. Di Pasar Tajur itu salah satunya, salah satu problemnya itu karena barang impor masuk, akhirnya menghantam produk-produk lokal kita,” ujar Maman dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan.
Maman menceritakan bagaimana kondisi Pasar Tajur yang dulunya ramai dengan 40 gerai, kini hanya menyisakan 3 gerai yang masih bertahan.
Temuan ini baru dari sektor UMKM yang memproduksi tas, belum lagi sektor-sektor lainnya.
“Akhirnya sekarang di Tajur itu dari 40 toko, sekarang hanya tinggal 3. Nah ini hasil temuan kita di sana. Itu baru dari sisi sentra tas atau produk tas. Belum lagi produk-produk yang lain,” imbuh Maman dengan nada prihatin.
Di tengah situasi yang sulit ini, Maman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa atas komitmennya dalam memberantas praktik ilegal yang membanjiri pasar lokal dengan barang impor.
Menurut Maman, tindakan tegas Purbaya menjadi angin segar bagi UMKM yang selama ini berjuang melawan persaingan tidak sehat.
Baca Juga:
Protes Orang Tua Guncang SPMB SMAN 1 Rangkasbitung
“Makanya Alhamdulillah, saya berterima kasih sama Pak Purbaya. Beliau menindaklanjuti dengan melakukan penindakan pada oknum-oknum di Bea Cukai. Karena pintu masuknya dari situ. Kalau itu nggak ditutup, sampai kapanpun akhirnya ini masuk terus gitu,” tegas Maman.
Maman juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menindaklanjuti serbuan barang impor yang masuk ke pasar lokal.
Ia bahkan berencana membentuk tim khusus untuk menangani permasalahan impor ini secara lebih intensif.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang tengah mengincar mafia penyelundupan tekstil, baja, dan berbagai barang ilegal lainnya.
Tak hanya penyelundupan, Purbaya juga akan menindak tegas praktik under invoicing atau menurunkan nilai barang dari harga sebenarnya. Purbaya memastikan bahwa penindakan akan dilakukan dalam waktu dekat karena nama-nama para pemain sudah dikantongi.
“Yang under invoicing, yang selama ini nyelundupin. Yang banyak tekstil, baja, segala macem. Sudah ada nama-nama pemainnya, kan? Tinggal kita pilih saja siapa yang mau diproses,” ujar Purbaya dengan nada serius di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga:
Mengenalkan Produk Lokal, Forum UMKM Pandeglang Kerjasama Dengan Ponpes
Langkah tegas yang diambil oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan ekonomi dan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat bagi UMKM di Indonesia.
















