SERANG – Aktivitas industri yang menggeliat di kawasan Bojonegara-Puloampel, Kabupaten Serang, Banten, ternyata menyimpanIroni. Di tengah hiruk pikuk truk-truk besar yang mengangkut bahan industri setiap hari, kondisi jalan justru memprihatinkan. Warga pun tak tahan lagi dan menyuarakan keluhan mereka.
Mereka berharap pemerintah segera turun tangan melakukan pelebaran jalan agar arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi lebih lancar dan aman.
Keluhan ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Forum warga Bojonegara bahkan telah menggelar audiensi dengan DPRD Provinsi Banten untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan, serta Kepala Dinas Perhubungan Banten Tri Nurtopo pun menerima langsung curhatan warga tersebut. Usulan utama yang disampaikan adalah agar jalan nasional di Bojonegara-Puloampel diperlebar menjadi dua arah (empat jalur).
Jalan Kecamatan di Tengah Kawasan Industri Raksasa?
Ketua Forum HRD Serang Barat, Abdul Muhid, dengan nada prihatin mengungkapkan,
“Meskipun kawasan ini adalah kawasan industri besar, jalannya masih sempit seperti jalan kecamatan.”
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian justru menjadi sumber masalah.
Baca Juga:
Korupsi Mengguncang China: Eks Mentan Divonis Mati Usai Terima Suap Rp 626 Miliar!
Setiap hari, kemacetan parah tak terhindarkan karena jalan hanya memiliki dua lajur yang menghubungkan arah Cilegon dan Serang.
Pemerintah Janji Prioritaskan Pelebaran Jalan, Tapi…
Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan sebenarnya menyambut baik aspirasi warga tersebut. Ia mengakui bahwa pelebaran jalan Bojonegara-Puloampel sudah masuk dalam rencana prioritas. Namun, statusnya sebagai jalan nasional membuat kewenangan proyek berada di tangan pemerintah pusat.
“Kami sudah menetapkan bahwa jalan nasional di kawasan industri Bojonegara akan menjadi salah satu skala prioritas untuk diperlebar. Harapannya, pemerintah pusat bisa memasukkan proyek ini ke dalam program prioritas nasional karena perannya sangat vital bagi industri dan logistik,” kata Arlan.
Pembebasan Lahan Jadi Kendala Utama, Industri Diminta Berkontribusi
Arlan mengakui bahwa tantangan utama dalam proyek pelebaran jalan adalah pembebasan lahan. Ia berharap pihak industri di sekitar kawasan dapat berkontribusi dengan menghibahkan sebagian lahan untuk mempercepat proses pembangunan.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak industri di kawasan Bojonegara agar mereka dapat memberikan kontribusi berupa hibah lahan kepada pemerintah. Dengan begitu, kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan bisa dikurangi dan proyek bisa lebih cepat terealisasi,” ujarnya.
Arlan menargetkan proyek pelebaran jalan tersebut dapat selesai pada 2027, dengan catatan tidak ada kendala dalam proses persiapan. Namun, mampukah target ini terealisasi?
Baca Juga:
Pemerintah Terapkan KRIS Pengganti Kelas BPJS: Dua Opsi Ruang Rawat Inap & Standar Baru 12 Kriteria
Warga tentu berharap pemerintah pusat segera turun tangan agar impian mereka memiliki jalan yang layak di kawasan industri tersebut dapat segera terwujud.















