SERANG – Gelombang penolakan pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) mencuat di Kampung Pabuaran, Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten. Warga merasa terkejut dan menyesal telah menandatangani persetujuan pembangunan tower yang kini menjadi polemik di lingkungan mereka.
Menurut pengakuan warga, pembangunan tower ini terkesan terburu-buru dan tanpa sosialisasi yang memadai.
“Kami baru tahu ada pembangunan tower setelah melihat penggalian pondasi,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.
Ketidaktahuan ini menjadi sumber masalah utama. Warga merasa dijebak karena 19 orang yang dimintai persetujuan menandatangani surat tanpa pemahaman yang jelas. Mereka menduga, pemilik lahan berinisial N dan pihak pelaksana proyek tidak menjalankan prosedur yang semestinya dalam meminta persetujuan warga.
“Kami hanya diiming-imingi uang kompensasi Rp 500.000 per rumah tanpa penjelasan yang transparan,” ungkap warga lainnya.
Baca Juga:
TNI di Persimpangan Jalan: Antara Tugas Negara dan Tuntutan Sipil
Setelah menyadari dampak pembangunan tower, warga merasa menyesal dan berharap ada pertemuan untuk sosialisasi yang lebih mendalam. Mereka ingin memahami tanggung jawab dan dampak pembangunan tower terhadap lingkungan dan kehidupan mereka.
“Jika harapan kami tidak dihiraukan, kami akan terus menolak pembangunan tower ini,” tegas salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, BN, bagian sitak dari pihak pelaksana, enggan memberikan keterangan yang jelas. Ia hanya menyatakan telah berkoordinasi dengan seseorang berinisial S melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui pasti perusahaan atau kontraktor pelaksana pembangunan tower BTS tersebut. Papan nama proyek tidak ditemukan di lokasi, dan pihak pelaksana yang dikonfirmasi, BN, tidak memberikan jawaban yang memadai.
Baca Juga:
Pemkab Serang Siap Bantu KPU Distribusikan Surat Suara Pilkada 2024
Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi dan tanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.















