JAKARTA – Infrastruktur kembali membuktikan diri sebagai mesin penggerak ekonomi. Kehadiran Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (Kataraja) diprediksi akan menjadi katalisator yang melambungkan harga properti di sepanjang koridor yang dilintasinya. Wilayah Teluknaga hingga Rajeg, yang sebelumnya kurang diperhitungkan, kini bersiap menjadi primadona baru di pasar properti.
Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Bambang Ekajaya, mengungkapkan bahwa harga lahan di sekitar Teluknaga hingga Rajeg saat ini masih berkisar ratusan ribu rupiah per meter persegi.
Namun, dengan kehadiran Tol Kataraja, harga lahan di wilayah tersebut diperkirakan akan melonjak hingga dua kali lipat!
“Khususnya yang di sekitar rencana exit entry Tol Kataraja,” ujar Bambang kepada Kompas.com, Sabtu (11/10/2025), menekankan potensi investasi yang sangat menjanjikan di sekitar pintu tol.
Fenomena serupa juga diperkirakan akan terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 dan PIK 2. Namun, karena harga properti di kedua kawasan tersebut sudah tergolong tinggi, kenaikannya diperkirakan tidak akan terlalu signifikan.
Tol Kataraja: Jembatan Emas Menuju Pengembangan Mega Proyek PIK
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa Tol Kataraja akan menjadi berkah tersendiri bagi pengembangan mega proyek PIK. Tahap pertama tol ini saja sudah membuka akses kedua dari Tol Sedyatmo dan Bandara Soekarno Hatta ke PIK 2. Hal ini akan mengurangi beban akses pertama yang tersambung dengan Tol JORR yang sudah mulai padat.
“Jadi akses semakin mudah dari dan ke PIK, menjadikan kawasan tersebut makin diminati calon konsumen,” katanya, menggambarkan betapa strategisnya peran tol ini dalam meningkatkan daya tarik PIK.
Baca Juga:
1.848 Perwira Polri Dilantik, Kapolri Tekankan Kesiapan Hadapi Tantangan
Dengan pengembangan mega proyek PIK yang rencananya akan mencapai lebih dari 11 fase hingga Teluknaga-Rajeg, kawasan ini berpotensi menjadi kota satelit yang sangat lengkap.
PIK akan bersaing ketat dengan kawasan BSD, namun memiliki keunggulan karena sebagian pengembangannya berada di kawasan Jakarta, sehingga terintegrasi langsung dengan ibu kota.
“Dan ke depan dengan tahapan sampai dengan PIK 11 atau bahkan lebih, membuat kawasan yang tadinya kurang bernilai secara ekonomi, berubah menjadi lahan emas dengan terangkainya akses Tol Kataraja,” pungkasnya, menggambarkan transformasi besar yang akan terjadi di wilayah tersebut.
Profil Tol Kataraja: Infrastruktur Raksasa yang Mengubah Peta Ekonomi
Tol Kataraja memiliki total panjang 38,60 km dan merupakan proyek yang diprakarsai oleh PT Duta Graha Karya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). PT Duta Graha Karya selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) merupakan konsorsium bentukan Salim Group dan Agung Sedayu Group.
Nilai investasi proyek Tol Kataraja mencapai Rp 23,16 triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun sejak terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Kehadiran Tol Kataraja bukan hanya sekadar membangun jalan, tetapi juga membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilintasinya.
Baca Juga:
Paving Block Limbah Plastik: Potensi Besar, Standar Belum Ideal
Tol ini adalah simbol kemajuan infrastruktur yang akan mengubah wajah Jakarta dan sekitarnya.















