BATAM — Di tengah pesona biru laut Kepulauan Riau, jalur penyeberangan Telaga Punggur – Tanjung Uban muncul sebagai nadi vital yang menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan. Jalur ini bukan hanya penghubung geografis, melainkan juga penggerak utama pengembangan pariwisata dan perekonomian lokal yang terus tumbuh pesat.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan bahwa penguatan lintasan ini merupakan komitmen ASDP untuk memperluas konektivitas antar wilayah, sekaligus mendukung percepatan sektor pariwisata dan ekonomi di Kepulauan Riau.
“Indonesia memiliki potensi wisata kelas dunia, dan Kepulauan Bintan adalah salah satu mutiara yang harus kita jaga dan kembangkan. Dengan lintasan Telaga Punggur – Tanjung Uban, kami ingin memastikan akses masyarakat dan wisatawan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman,” ujar Heru.
Kepulauan Bintan memikat dengan keindahan pantai-pantai seperti Pantai Trikora yang mempesona, Pantai Pengudang yang masih alami, serta ketenangan Pantai Senggiling yang menyejukkan jiwa.
Selain itu, Air Terjun Gunung Bintan dan kawasan Bintan Mangrove menawarkan pengalaman alam tropis yang asri dan memikat hati pengunjung.
Tak hanya sebagai destinasi wisata, Bintan juga menjadi penghasil komoditas pangan penting seperti jagung, sukun, dan ubi-ubian, yang berperan vital dalam ketahanan pangan regional.
Baca Juga:
Sneak Peak: Best Smart Home Gadgets & Features of 2020
Oleh karena itu, keberadaan lintasan Telaga Punggur – Tanjung Uban tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperlancar arus logistik dan perdagangan antar pulau.
Data terbaru dari Januari hingga September 2025 mencatat sebanyak 217.257 penumpang dan 274.998 kendaraan telah melintasi jalur ini. Kendaraan roda dua mendominasi dengan 161.281 unit, diikuti mobil pribadi sebanyak 90.697 unit.
Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan untuk menjelajahi keindahan Kepulauan Bintan.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa layanan penyeberangan beroperasi setiap satu jam sekali mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, dengan armada andalan seperti KMP Barau, KMP Tanjung Burang, KMP Lome, KMP Sembilang, KMP Senangin, dan KMP Mulia Nusantara.
“Kami terus melakukan pembaruan fasilitas demi kenyamanan pengguna jasa, termasuk pembangunan koridor khusus pejalan kaki agar mobilitas di pelabuhan lebih tertib dan aman,” terang Shelvy.
Selain lintasan Telaga Punggur – Tanjung Uban, ASDP juga mengoperasikan sejumlah jalur strategis lain di Kepulauan Riau, seperti Telaga Punggur – Mengkapan, Telaga Punggur – Kuala Tungkal, dan Telaga Balai Karimun – Selat Beliah, yang turut memperkuat konektivitas antar pulau.
Baca Juga:
PHK Massal di Nestle: CEO Baru Janjikan Kebangkitan, Karyawan Cemas Menanti!
“ASDP tidak hanya menyediakan layanan transportasi, tetapi berperan sebagai jembatan yang menghubungkan peluang wisata, ekonomi, dan interaksi sosial. Kami berkomitmen terus berinovasi agar setiap penyeberangan menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan bermakna bagi masyarakat,” tutup Shelvy.
















