SERANG – Kehangatan dan perhatian Sultan Banten ke-18, Kanjeng Sultan Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, begitu terasa di tengah masyarakat Banten. Melalui serangkaian pertemuan hangat dengan berbagai organisasi masyarakat (ormas) dan para jawara Banten, Sultan tak henti-hentinya menyampaikan pesan tentang pentingnya persatuan, moralitas, dan peran aktif seluruh elemen masyarakat demi kemajuan Banten yang dicintai.
Dalam setiap jabat tangan erat dan senyum tulus, Sultan menekankan bahwa kekuatan sejati Provinsi Banten terletak pada kolaborasi erat dan persatuan kokoh seluruh warganya.
“Mari kita rajut kembali persatuan yang erat, karena hanya dengan kebersamaan kita dapat menciptakan kondusivitas yang hakiki dalam kehidupan seluruh warga masyarakat Banten,” pesan Sultan dengan nada penuh harap.
Beliau juga mengajak semua pihak untuk bahu-membahu menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing, menciptakan Banten yang aman dan damai bagi semua.
Tak hanya itu, Sultan Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja juga menyentuh aspek spiritual dan budaya yang begitu kaya di Banten.
Baca Juga:
Gubernur Andra Soni Pacu Pembangunan Transportasi Publik di Banten
Dengan suara yang teduh, beliau berpesan agar seluruh umat beragama senantiasa menjaga dan memelihara akidah yang lurus, serta dengan penuh kesadaran menjauhi dan berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba yang merusak generasi muda.
Namun, pesan yang paling membara adalah ajakan untuk berkolaborasi dalam membangkitkan kembali kejayaan sejarah Banten yang pernah gemilang di masa lalu.
“Banten takkan pernah bisa dipisahkan dari sejarah Kesultanan yang pernah berjaya di masa lalu. Mari kita berjibaku dengan semangat membara untuk mengangkat kembali marwah leluhur kita yang mulia, dengan menghidupkan kembali Lembaga Entitas Budaya Banten yang sempat vakum,” tegasnya dengan semangat yang membara.
Di penghujung pesannya, Sultan mengingatkan agar semua pihak senantiasa mengedepankan kesantunan dalam setiap tutur kata, tindakan, dan perbuatan.
Baca Juga:
Skandal Bank Jatim: Auditor Ungkap Suap Miliaran, Kepala Cabang Jakarta Terancam Bui!
Beliau menekankan bahwa kepemimpinan dan pembangunan Banten haruslah didasarkan pada landasan moral dan etika yang kuat, sehingga Banten dapat menjadi contoh bagi daerah lain.












