• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

20 Tahun di Gubuk Reyot: Jeritan Pilu Pasutri Lansia di Lebak Menanti Uluran Tangan

Menanti Uluran Tangan: 20 Tahun Berjuang di Rumah Reyot, Harapan Bantuan Kian Menipis

Yustinus Agus by Yustinus Agus
04/10/2025
0
20 Tahun di Gubuk Reyot: Jeritan Pilu Pasutri Lansia di Lebak Menanti Uluran Tangan
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

LEBAK – Di sebuah pelosok desa di Kabupaten Lebak, Banten, tersembunyi sebuah kisah pilu yang menyayat hati. Saniti dan Juned, pasangan suami istri lanjut usia, telah menghabiskan dua dekade hidup dalam gubuk reyot yang nyaris ambruk. Mereka berdua, bersama dua anak mereka, berjuang untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan dan ketidakpastian.

Gubuk mereka lebih pantas disebut sebagai gubuk rapuh daripada rumah layak huni. Atapnya bocor di sana-sini, dindingnya lapuk dimakan usia, dan tiang penyangga yang keropos hanya ditopang oleh kayu seadanya.

Setiap hari, keluarga ini hidup dalam bayang-bayang kecemasan, takut sewaktu-waktu reruntuhan gubuk itu akan menimpa mereka.

BacaJuga

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

“Kalau hujan atau angin kencang, kami harus mengungsi ke rumah tetangga atau rumah RT. Takut ketimpa reruntuhan, Pak,” ujar Saniti dengan suara bergetar, berusaha menahan tangis.

Bagi Saniti, hidup di rumah yang tak layak huni bukan hanya menimbulkan rasa takut, tetapi juga menyisakan luka batin yang mendalam.

“Sedih, Pak. Sedih sekali. Rasanya hati hancur, tapi mau bagaimana lagi,” ucapnya sambil menyeka air mata yang mulai membasahi pipinya.

Penderitaan mereka semakin bertambah karena sang suami, Juned, sudah lama tidak bisa bekerja akibat sakit dan usia yang semakin menua.

Sementara Saniti hanya sesekali bekerja sebagai buruh tani dengan upah yang sangat minim. Untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari pun, mereka seringkali harus berjuang keras.

“Saya cuma kuli ke sawah, nandur, ngoyos, ngegebot punya orang. Kalau suami sudah enggak kerja apa-apa, sedih, Pak,” ujarnya dengan nada penuh kepedihan.

Ironisnya, meski sudah berkali-kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah ke pemerintah, hingga kini harapan itu belum juga terwujud.

Baca Juga:
Gemilang! Kontingen Banten Ukir Prestasi di Popnas 2025: Posisi 5 Besar Diraih!

Saniti bahkan mengaku sempat dimintai sejumlah uang saat mengurus berkas permohonan.

“Cuma difoto-foto doang, Pak. Pernah dimintai Rp 50 ribu, pernah juga Rp 30 ribu buat persyaratan. Padahal kami tidak punya uang,” katanya dengan nada getir.

Satu-satunya bantuan yang pernah mereka terima hanyalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai Rp 400 ribu setiap tiga bulan. Jumlah tersebut jelas jauh dari cukup untuk menopang kehidupan mereka.

“Saya hanya berharap bisa hidup tenang sampai ajal menjemput, tidak lagi ketakutan kalau rumah ini roboh,” tutur Saniti dengan mata berkaca-kaca.

Kondisi memprihatinkan yang dialami Saniti dan Juned juga dirasakan oleh para tetangga mereka. Salah satunya adalah Erawati (27), yang sering melihat keluarga Saniti mengungsi saat hujan deras.

“Kasihan sekali, rumahnya seperti mau roboh. Kalau hujan, mereka pasti ngungsi, kadang ke rumah saya, kadang ke tetangga lain. Kami bantu sebisa mungkin, tapi kami juga terbatas,” ujarnya.

Erawati berharap pemerintah maupun pihak dermawan segera turun tangan untuk membantu keluarga Saniti.

“Kalau dibiarkan, rumah itu bisa ambruk kapan saja. Kami semua takut terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Kisah Saniti dan Juned adalah potret nyata kemiskinan yang masih menghantui sejumlah daerah di Indonesia. Dua puluh tahun menunggu, permohonan bantuan rumah layak huni tak kunjung direalisasikan.

Baca Juga:
Biadab! Dua Remaja Cabuli Gadis di Bawah Umur dalam Kondisi Tak Sadar

Kini, pasangan renta itu hanya bisa berharap ada uluran tangan dari pemerintah atau masyarakat sebelum gubuk rapuh itu benar-benar merenggut nyawa mereka. Akankah harapan itu menjadi kenyataan?

Previous Post

Basarnas Sigap Evakuasi Pembalap Moto2 yang Kecelakaan di Mandalika!

Next Post

Novel Baswedan: Pulangkan Riza Chalid, Itu Mudah Jika Negara Mau!

Related Posts

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil
Daerah

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

by Yustinus Agus
14/03/2026
0

SERANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan melalui kolaborasi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 234 Solidarity Community (SC)...

Read more
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id