JAKARTA – Kabar gembira bagi pecinta sejarah dan budaya Indonesia! Keris Kiai Naga Siluman, pusaka milik Pangeran Diponegoro, dikabarkan akan segera kembali ke tanah air. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengumumkan bahwa keris bersejarah ini, bersama dengan ribuan artefak lainnya, akan dipulangkan dari Belanda secara bertahap.
Pengumuman ini disampaikan di tengah momentum penting, saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Belanda dan mencapai kesepakatan terkait pengembalian 30 ribu artefak Jawa bersejarah.
Di antara artefak tersebut, terdapat fosil Manusia Jawa yang sangat berharga, yang dibawa oleh Belanda saat masa penjajahan.
“Kita akan menerima artefak-artefak penting, fosil, dan terus melakukan repatriasi benda-benda bersejarah kita. Termasuk keris-keris dari tokoh-tokoh pahlawan nasional kita, ada keris Teuku Umar, keris Sultan Madura, dan tentu saja, Keris Naga Siluman milik Diponegoro,”ujar Fadli Zon.
Keris Naga Siluman memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Senjata ini bukan hanya sekadar artefak, tetapi juga simbol perlawanan Pangeran Diponegoro terhadap penjajahan Belanda.
Kehadirannya di Museum Nasional Indonesia kelak diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk lebih mengenal sejarah bangsanya.
Namun, di balik kabar gembira ini, terselip sedikit polemik. Pada tahun 2020, pemerintah Belanda pernah mengembalikan sebilah keris yang diyakini sebagai Keris Naga Siluman.
Baca Juga:
PWI Kabupaten Serang Himbau Jurnalis Ikut Sukseskan Pilkada 2024
Akan tetapi, keturunan Pangeran Diponegoro meragukan keaslian keris tersebut, karena memiliki dhapur (rancang bangun) nagasasra, bukan naga siluman.
Meski demikian, polemik ini tidak mengurangi arti penting upaya pemulangan benda-benda bersejarah Indonesia dari Belanda.
Pemerintah terus melakukan penelitian mendalam (provenance research) untuk memastikan keaslian artefak yang dikembalikan.
Selain Keris Naga Siluman, pemerintah Belanda juga akan mengembalikan lebih dari 28 ribu fosil dari Koleksi Dubois, termasuk tulang Manusia Jawa yang ditemukan oleh antropolog Belanda, Eugene Dubois, pada tahun 1891.
Fosil ini dianggap sebagai penemuan penting yang menguak hubungan antara kera dan manusia.
Pemulangan Keris Naga Siluman dan ribuan artefak bersejarah lainnya merupakan langkah penting dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.
Baca Juga:
Satu Komando, Satu Tujuan: PWI Banten Tuntaskan Dualisme di Pandeglang dan Tangerang
Semoga dengan kembalinya benda-benda bersejarah ini, generasi muda Indonesia semakin mencintai dan menghargai sejarah bangsanya.
















