SERANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Kota Serang, ternyata menuai polemik. Sejumlah orang tua murid dikabarkan menolak program tersebut, salah satunya terjadi di SDIT Al Izzah.
Penolakan ini tentu menjadi sorotan tajam dan menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas dan sosialisasi program MBG.
Menanggapi isu penolakan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, akhirnya angkat bicara.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG tetap mengutamakan kemaslahatan bagi para siswa.
Namun, ia juga mengakui bahwa penolakan dari orang tua murid adalah hal yang perlu diperhatikan secara serius.
Baca Juga:
Sinergi Tanpa Batas: Muspika Cikupa Beri Kejutan HUT TNI ke-80, Soliditas Jadi Kekuatan Utama
“Jika penolakan dari orang tua murid lebih banyak, tentu evaluasi program MBG menjadi hal yang tak terhindarkan,” ujarnya pada Senin, 29 September 2025.
Ahmad Nuri menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Serang sebenarnya memiliki niat baik untuk menindaklanjuti program ini. Saat ini, baru sekitar 300 sekolah yang menerima manfaat MBG, mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP.
“Masih banyak sekolah yang belum terjangkau program ini,” imbuhnya.
Saat ini, tercatat ada 36 dapur MBG yang beroperasi untuk melayani kebutuhan siswa di Kota Serang. Meski begitu, Ahmad Nuri mengakui masih ada sejumlah sekolah yang belum mendapatkan manfaat dari program MBG ini.
Baca Juga:
ASDP Perluas Layanan Express di Merak, Perjalanan ke Bakauheni Kini Lebih Cepat
Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Dindikbud Kota Serang untuk memastikan bahwa program MBG dapat merata dan diterima oleh seluruh sekolah dan siswa.












