JAKARTA – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo, kembali melontarkan kritik pedas yang menohok. Kali ini, sasarannya adalah para pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai getol membela soal isu riwayat pendidikan, namun justru menghindar saat diajak berdebat secara terbuka dan netral.
Isu Ijazah Kembali ‘Menyerang’ Gibran, Roy Suryo Angkat Bicara
Isu mengenai riwayat pendidikan Gibran di luar negeri memang kembali mencuat ke permukaan. Sejumlah pihak mempertanyakan keabsahan dan kualitas pendidikan yang ditempuh putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.
Menanggapi hal ini, Roy Suryo pun angkat bicara dengan nada yang cukup keras.
“Para pendukung Jokowi saat ini sibuk cari alibi dan menebar hoax demi melindungi Wapres Gibran Rakabuming,” ujar Roy kepada fajar.co.id, Senin (29/9/2025).
Munculnya “Termul” Baru: Rela Jadi ‘Tameng’ Demi Bela Gibran?
Roy Suryo bahkan menyoroti munculnya dua nama, Dian Hunafa dan Ina Liem, yang disebutnya sebagai “Termul yang baru menetas.” Istilah “Termul” ini merujuk pada pihak-pihak yang dinilai rela menjadi “tameng” atau “tumbal” demi membenarkan cerita yang dianggap tidak masuk akal terkait riwayat sekolah Gibran.
“Karena mau-maunya dijadikan tumbal kebohongan cerita sekolah Fufufafa yang tidak masuk nurul akal sehat tersebut,” tukas Roy dengan nada sinis.
Berani “Koar-Koar” di Kandang Sendiri, Giliran Debat Langsung ‘Ciut’?
Mantan politisi Partai Demokrat ini pun merasa heran dengan sikap para pendukung Gibran yang dinilai hanya berani “koar-koar” di kalangan sendiri, seperti di berbagai kanal podcast YouTuber anggota “Ceboker Nusantara”.
“Misalnya wira-wiri di berbagai Kanal PodCast YouTuber anggota Ceboker Nusantara, namun mencari-cari alasan ketika diajak debat atau diskusi terbuka secara langsung di kanal netral dan media mainstream,” terangnya.
Baca Juga:
Cegah Premanisme, Polres Serang Gencar Patroli di Kawasan Industri
Alasan Klasik: Jadwal Sibuk Hingga Tahun Depan!
Roy Suryo mengungkapkan bahwa Ina Liem bahkan beralasan memiliki jadwal yang sangat padat hingga bulan Maret 2026 untuk menghindari undangan debat terbuka.
“Namun sekali lagi berulang kali nongol di kolamnya sendiri atau beraninya hanya di kolam-kolam termul anggota IQ-58 lainnya,” sindir Roy dengan pedas.
Menyebar “Hoax” Demi Bela “Anak Junjungan”?
Lebih lanjut, Roy Suryo menuding para pendukung Gibran, termasuk Dian Hunafa dan Ina Liem, hanya berani menyebarkan informasi yang tidak benar alias “hoax” demi membela “anak junjungannya,” Presiden Jokowi.
Salah satunya adalah dengan mengamini apapun riwayat InSearch, lembaga yang dikaitkan dengan pendidikan Gibran.
“Misalnya dengan mengamini apapun riwayat InSearch yang awalnya memang sudah berdiri semenjak tahun 1987 sebagai English Language Center,” tambahnya.
Polemik Ijazah Gibran: Antara Fakta dan Opini, Mana yang Benar?
Polemik mengenai riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka ini memang masih menjadi perdebatan hangat di kalangan masyarakat.
Pihak pendukung tentu saja berupaya untuk membela dan memberikan klarifikasi, sementara pihak oposisi terus melontarkan kritikan dan pertanyaan.
Lantas, bagaimana sebenarnya fakta yang sesungguhnya? Apakah isu ijazah ini hanya sekadar politisasi atau memang ada hal yang perlu diluruskan?
Baca Juga:
Polres Serang Rutin Mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis Ke 13 Sekolah
Tentu, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang agar dapat menilai secara objektif.















