TANGSEL – Minggu dini hari yang tenang di Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), berubah menjadi mimpi buruk bagi sejumlah warga. Sebuah Mitsubishi Pajero yang dikemudikan seorang remaja berusia 15 tahun tiba-tiba saja menjadi ‘bola liar’ dan menghantam dua rumah warga hingga porak-poranda. Insiden ini sontak menggegerkan warga sekitar dan memicu pertanyaan besar: kelalaian atau ketidaksengajaan?
Detik-Detik Mencekam di Kurincang Raya
Menurut keterangan Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 03.45 WIB. Remaja tersebut, yang identitasnya dirahasiakan, awalnya berniat pulang ke rumahnya setelah bepergian.
Namun, saat melaju di jalan Kurincang Raya yang berada di dalam kompleks perumahan, petaka itu datang menghampiri.
“Diduga, pengemudi salah menginjak pedal gas saat hendak memundurkan mobilnya,” ujar Kompol Bambang kepada wartawan, Senin (29/9/2025).
Kesalahan kecil itu berakibat fatal. Alih-alih mundur, Pajero berwarna hitam tersebut justru meluncur tak terkendali ke depan.
Dua Rumah Jadi Korban, Warga Terkejut
Tanpa ampun, mobil SUV bongsor itu menghantam dua rumah yang berada di sisi kanan jalan. Suara benturan keras memecah keheningan malam, membuat warga sekitar terlonjak kaget dari tidur mereka.
Kerusakan parah terlihat jelas pada kedua rumah tersebut, mulai dari tembok yang retak hingga bagian depan yang hancur berantakan.
“Saya kaget sekali mendengar suara keras seperti ada bom meledak. Pas keluar rumah, ternyata ada mobil Pajero menabrak rumah tetangga,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga:
PWI Cilegon Tebar Senyum Kemerdekaan: Anak-Anak Yatim Ceria Ikuti Wisata Edukasi ke Jakarta
Musyawarah Kekeluargaan Jadi Jalan Tengah
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pihak kepolisian segera turun tangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memediasi antara pihak pengemudi dengan pemilik rumah yang menjadi korban.
Setelah melalui perundingan yang cukup panjang, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
“Kejadian ini diselesaikan dengan musyawarah kekeluargaan dan membuat surat pernyataan kesepakatan bersama di depan ketua RW dan RT setempat,” jelas Kompol Bambang.
Imbauan Keras Kepolisian: Jangan Biarkan Anak di Bawah Umur Mengemudi!
Menyikapi kejadian ini, Kompol Bambang Askar Sodiq memberikan imbauan keras kepada seluruh orang tua agar lebih berhati-hati dan tidak memberikan izin kepada anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur, untuk mengendarai kendaraan bermotor.
“Kami imbau kepada orang tua untuk tidak gampang percaya kepada putra-putrinya dengan memberikan kendaraan roda dua atau roda empat sebelum mereka layak (mengemudi),” tegasnya.
Ia menambahkan, mengemudi membutuhkan keterampilan, pengetahuan, dan kematangan emosional yang tidak bisa didapatkan secara instan.
Pelajaran Berharga dari Sebuah Kecelakaan
Baca Juga:
Warga Pandeglang Tolak Sampah Tangsel di TPA Bangkonol
Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka, serta risiko yang terkait dengan penggunaan kendaraan bermotor oleh mereka yang belum memiliki kualifikasi yang memadai. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.















