PANDEGLANG – Di sebuah kampung bernama Bale Gede, Desa Gunung Sari, Kecamatan Mandalawangi, keajaiban gotong royong terjadi. Puluhan anggota DPRD Kabupaten Pandeglang menyatukan hati dan rezeki untuk mewujudkan mimpi seorang nenek sebatang kara, Uminah (60), memiliki rumah yang layak.
Kisah pilu Uminah selama 30 tahun tinggal seorang diri di rumah berukuran 4×5 meter yang kondisinya sangat memprihatinkan, mengetuk hati para wakil rakyat. Dinding lapuk, atap bocor, dan lantai berdebu menjadi saksi bisu perjuangan Uminah.
Namun, di tengah keterbatasan itu, harapan tak pernah padam. Doanya terjawab ketika para anggota DPRD Pandeglang datang membawa secercah cahaya.
Ketua DPRD Pandeglang, Agus Khotibul Umam, mengungkapkan bahwa program bedah rumah ini adalah murni inisiatif dari seluruh anggota dewan.
Mereka tergerak untuk meringankan beban warganya dengan menyisihkan sebagian rezekinya.
“Ini usulan dari salah satu anggota DPRD agar kita bergotong royong membangun rumah yang memang tidak layak huni. Uang dikumpulkan secara sukarela, alhamdulillah sekarang sedang dalam proses pembangunan,” ujar Agus dengan nada penuh syukur.
Lebih dari sekadar rumah, Agus menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk menghadirkan hunian yang layak, nyaman, dan sehat bagi masyarakat kurang mampu.
Mereka berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut peduli terhadap sesama.
“Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan sehingga membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka rumah tidak layak huni di Pandeglang,” imbuhnya.
Baca Juga:
Gaza: Kengerian yang Tak Terlukiskan
Tidak hanya rumah, DPRD Pandeglang juga berencana untuk membantu pembangunan fasilitas publik lainnya, seperti tempat ibadah. Mereka berkomitmen untuk mengadakan kegiatan sosial semacam ini secara rutin, setiap satu atau dua bulan sekali.
“Insyaallah setiap bulan atau dua bulan sekali kita adakan kegiatan seperti ini. Ada yang menyumbang Rp 500.000, ada yang Rp 1 juta, semua sesuai keikhlasan anggota,” jelas Agus.
Anah, perwakilan keluarga Uminah, tak dapat menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian DPRD Pandeglang.
“Alhamdulillah senang pak, sebelumnya rumah saudara kami ini sudah enggak layak ditempati,” ungkapnya.
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan dirasakan oleh lebih banyak masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan.
“Mudah-mudahan program seperti ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga kami, tetapi juga bagi orang-orang yang susah dan membutuhkan bantuan,” pungkasnya.
Kisah Uminah dan kepedulian DPRD Pandeglang adalah bukti nyata bahwa politik tidak selalu tentang kekuasaan dan kepentingan pribadi.
Ada hati nurani, ada kepedulian, dan ada aksi nyata yang mampu mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik.
Baca Juga:
Pj Gubernur A Damenta Ajak kaum Perempuan Berdaya dan Menginspirasi
Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama.
















