JAKARTA – Komite Internasional untuk Membongkar Blokade Gaza kembali menunjukkan keberaniannya. Pada hari Sabtu, mereka meluncurkan armada kapal tambahan yang siap menantang blokade Israel terhadap Jalur Gaza, Palestina.
Armada yang terdiri dari 10 kapal sipil ini bertolak dari Pelabuhan San Giovanni Li Cuti di Kota Catania, Sisilia. Di dalamnya, terdapat sekitar 70 aktivis dari lebih 20 negara yang bekerja sama dengan Freedom Flotilla Coalition.
Tak hanya itu, sembilan anggota parlemen dari Eropa dan Amerika Serikat pun turut serta dalam misi berbahaya ini.
“Langkah ini dilakukan saat perang Israel di Gaza memasuki tahun kedua, yang ditandai dengan pengeboman tanpa henti, taktik kelaparan, pembunuhan anak-anak dan warga sipil, serta serangan berulang terhadap jurnalis, tenaga medis, rumah sakit, dan pengungsian massal,” tegas komite tersebut dalam pernyataannya.
Mereka mengecam sikap diam kekuatan dunia yang justru terus membantu Israel dan melindunginya dari tanggung jawab atas tindakan brutal yang dilakukan.
Baca Juga:
Bahas Kerja Sama Pendidikan, Menlu Sugiono Bertemu Menteri Ekonomi Malaysia
Armada baru ini merupakan kelanjutan dari misi-misi sebelumnya, termasuk Madleen, Handala, dan puluhan kapal lain yang telah diluncurkan dalam 15 tahun terakhir oleh Freedom Flotilla Coalition dan Global Sumud Flotilla.
Sejarah mencatat, banyak dari kapal-kapal tersebut yang dicegat atau bahkan diserang oleh pasukan Israel di perairan internasional.
“Kampanye global ini tidak akan berhenti sampai mencapai tujuan kemanusiaannya yang mulia,” seru Ketua Komite, Zaher Birawi, dengan nada penuh semangat.
Israel memang dikenal memiliki rekam jejak mencegat kapal yang menuju Gaza, menyitanya, dan mendeportasi para aktivis. Tindakan ini menuai kecaman dari berbagai pihak yang menyebutnya sebagai tindakan pembajakan.
Baca Juga:
Jalan Bomang: Jurus Ampuh Bogor Atasi Kemacetan dan Pacu Ekonomi
Sementara itu, penyelidik PBB baru-baru ini menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza, di mana hampir 66.000 warga Palestina telah menjadi korban sejak Oktober 2023.
















