SERANG – Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande, Serang, Banten, mendadak mencekam! Tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menemukan sumber radiasi dari zat radioaktif yang bikin bulu kuduk merinding. Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menduga keras, limbah berbahaya ini adalah ‘oleh-oleh’ dari reaktor nuklir negara lain yang masuk ke Indonesia tanpa izin!
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) tak tinggal diam. Kepala Bagian Komunikasi Publik, Abdul Qohhar, menjelaskan bahwa cesium-137 yang ditemukan memang hasil ‘olahan’ reaktor nuklir.
Celakanya, limbah radioaktif ini seharusnya dilimbahkan ke fasilitas khusus di BRIN atau diekspor kembali ke pabrik asalnya.
“Ada kemungkinan ‘oknum’ pemanfaat cesium-137 yang nakal membuang limbah sembarangan, atau sumbernya tercecer tanpa sengaja,” ujar Abdul.
Baca Juga:
Masjid Terapung Banten Segera Hadir: Pemkab Serang dan Yayasan Al Bahru Bersatu Wujudkan Impian
Ia juga membuka kemungkinan lain: limbah ini bisa jadi ‘impor ilegal’ dari negara lain! Penyelidikan mendalam kini dilakukan pihak berwajib.
Menteri Hanif lebih tegas lagi. “Pencemaran cesium-137 ini hanya diproduksi reaktor nuklir. Kita tak punya PLTN, jadi sangat mungkin ini dari negara lain yang masuk tanpa kontrol!”
Tujuh titik di KIM Cikande yang terpapar radiasi kini dikarantina. Pemerintah janji periksa kesehatan warga sekitar.
Baca Juga:
Sari Roti Resmi di Cilegon-Serang
Skandal limbah radioaktif ini jelas tamparan keras bagi pengawasan lingkungan di Indonesia. Mampukah aparat mengungkap jaringan ‘mafia’ limbah nuklir ilegal ini?












