BALI – Kabar penting bagi pengelolaan sampah di Indonesia! Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, dengan tegas melarang penggunaan insinerator atau pembakaran sampah sebagai solusi pengelolaan limbah. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Menteri Hanif mengungkapkan bahwa pembakaran sampah dengan insinerator, terutama yang tidak memenuhi standar keamanan yang ketat, justru dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan yang lebih serius.
Dalam sambutannya di acara Pembinaan Penilaian Kinerja Lingkungan Hidup Sektor Perhotelan di Bali, Menteri Hanif menjelaskan bahwa larangan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran dioksin furan, senyawa kimia beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
“Insinerator yang kita gunakan tanpa kaidah yang sangat proven, sangat-sangat prudent, itu akan menimbulkan penyakit ataupun bencana yang lebih besar daripada sampah itu sendiri,” tegas Menteri Hanif.
Ia menambahkan bahwa pembakaran sampah pada suhu yang tidak tepat (kurang dari 850 derajat Celcius) dapat menghasilkan dioksin furan yang berukuran sangat kecil (mili mikron) dan tidak dapat disaring dengan cara apapun, bahkan dengan masker sekalipun.
Senyawa ini juga memiliki umur yang sangat panjang di lingkungan, mencapai 20 tahun, dan dapat menyebabkan kanker serta berbagai masalah kesehatan lainnya.
Baca Juga:
Delegasi Indonesia Raih Peringkat III MTQ Internasional di Malaysia
Menteri Hanif juga menyoroti potensi ancaman dioksin furan di Pulau Bali, yang memiliki masalah serius dengan pengelolaan sampah.
Ia meminta pemerintah daerah, termasuk Pemprov Bali, untuk tidak menggunakan insinerator skala kecil dalam pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.
“Begitu kita bakar, maka dioksin furan tersebut akan berumur 20 tahun di antara kita. Tidak kemudian dia kita bisa tangani, langsung kemudian menyebabkan kanker dan seterusnya,” jelasnya.
Larangan penggunaan insinerator ini menjadi angin segar bagi upaya pelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Baca Juga:
Ucapan Isra Mi’raj
Namun, tantangan selanjutnya adalah mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih aman dan berkelanjutan, seperti daur ulang, komposisi, dan teknologi pengolahan sampah modern yang ramah lingkungan.












