JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengguncang Sidang Majelis Umum PBB ke-80 dengan pidato yang jujur, pedih, dan membangkitkan semangat. Ia membawa kisah kelam Indonesia di bawah cengkeraman kolonialisme ke hadapan para pemimpin dunia, tak ragu menggambarkan betapa bangsa ini pernah diperlakukan lebih hina dari seekor anjing di tanah sendiri.
“Negara saya memahami arti penderitaan ini,” ucap Prabowo dengan suara bergetar, namun penuh keyakinan. “Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah dominasi kolonial, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih buruk daripada anjing di tanah air kami sendiri.”
Pernyataan ini bagai tamparan keras bagi dunia yang seringkali abai terhadap luka-luka sejarah.
Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia pernah merasakan langsung diskriminasi, ketidakadilan, dan dehumanisasi yang masih dialami banyak bangsa saat ini.
Namun, pidato Prabowo bukan sekadar ratapan masa lalu. Ia justru ingin menunjukkan bahwa pengalaman pahit tersebut telah menempa Indonesia menjadi bangsa yang kuat, tangguh, dan memiliki empati yang mendalam terhadap sesama.
“Dalam perjuangan kami untuk kemerdekaan, dalam perjuangan kami untuk mengatasi kelaparan, penyakit, dan kemiskinan, Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri bersama Indonesia dan memberikan bantuan penting,” ungkap Prabowo dengan rasa syukur.
Baca Juga:
Pj Gubernur A Damenta Terima Kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi Banten
Kini, Indonesia telah bangkit dari “neraka” kolonial dan menjadi negara yang disegani di panggung dunia.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian, mendorong kemajuan, dan memperjuangkan keadilan bagi semua bangsa.
“Dan karena itu, hari ini Indonesia berdiri di ambang kemakmuran bersama serta kesetaraan dan martabat yang lebih besar,” tegas Prabowo.
Pidato Prabowo di PBB bukan hanya sekadar pidato. Ia adalah pesan tentang harapan, solidaritas, dan kemampuan sebuah bangsa untuk bangkit dari keterpurukan.
Indonesia telah membuktikan bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan, bahkan setelah mengalami masa-masa terkelam dalam sejarah.
Baca Juga:
Wabup Serang Dorong Program Satu Desa Satu Bank Sampah untuk Tekan Masalah Persampahan
Kini, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersatu, bergandengan tangan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua.
















