SERANG – Panggung politik internal PPP Banten kembali memanas menjelang Muktamar X! Deklarasi DPW PPP Banten yang secara terbuka mendukung Agus Suparmanto sebagai calon Ketua Umum PPP ternyata tak berjalan mulus. Sejumlah DPC penting, termasuk Kota Serang, Pandeglang, dan Lebak, memilih untuk absen dalam deklarasi tersebut. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa dukungan di akar rumput tidak sepenuhnya solid, dan justru mengarah pada sosok Muhamad Mardiono.
Ketua DPC PPP Kota Serang, Uhen Zuhaeni HZ, dengan tegas menyatakan bahwa ketidakhadiran mereka adalah bentuk kekecewaan.
“Deklarasi DPW tidak mewakili kami. Kami tidak kenal calon baru ini secara dekat, dan informasi tentang beliau tidak dipaparkan secara jelas. Jadi kami tetap fokus mendukung Pak Mardiono,” ujar Uhen dengan nada mantap, Sabtu (20/9/2025).
Uhen juga menekankan bahwa dukungan mereka kepada Mardiono didasarkan pada rekam jejak yang jelas, pengabdian, dan kontribusi nyata dalam membangun partai selama ini.
“Beliau sudah mengurus partai dari ujung ke ujung, mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya. Itu yang kami nilai,” tuturnya.
Sikap serupa juga disampaikan oleh Ketua DPC PPP Pandeglang, E. Supriadi. Ia menyebutkan bahwa keputusan untuk absen dari Mukherjab DPW adalah untuk menjaga konsistensi dukungan DPC kepada Mardiono.
“Kami sudah menentukan sikap sejak Mukercab DPC sebelumnya. Kehadiran di acara DPW tidak perlu karena posisi kami jelas,” tegasnya.
Baca Juga:
Hari Jadi Kabupaten Serang
DPC Lebak pun tak ketinggalan menegaskan sikap yang sama. Hal ini semakin memperjelas bahwa separuh DPC di Banten tidak berada di belakang dukungan DPW kepada Agus Suparmanto.
Di sisi lain, DPW PPP Banten melalui Ketua Subadri Ushuludin tetap bersikukuh dengan dukungan mereka kepada Agus Suparmanto. Mereka menganggap Agus sebagai sosok yang strategis untuk membangun kebersamaan dan mengembalikan kejayaan partai.
Agus dinilai dekat dengan ulama, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, dan siap mendukung partai secara finansial.
Pertarungan dukungan yang sengit antara Mardiono dan Agus ini semakin memperlihatkan ketegangan internal yang memanas menjelang Muktamar X PPP. Sikap DPC yang tidak hadir dalam deklarasi semakin menegaskan bahwa deklarasi DPW tidak mewakili suara seluruh daerah.
Dukungan dari kader di tingkat DPC menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.
Dengan tensi politik yang semakin tinggi, Muktamar X PPP diprediksi akan menjadi arena pertarungan yang sengit dan menarik untuk disaksikan.
Baca Juga:
Lagi Tragedi MBG: Puluhan Siswa Bandung Barat Keracunan, Program Makan Bergizi Gratis dalam Sorotan
Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang dan memimpin PPP menuju masa depan? Kita tunggu saja!
















