TANGERANG – Mantan penyanyi cilik yang kini aktif menyuarakan isu sosial, Leony Vitria Hartanti, kembali membuat gebrakan! Kali ini, Leony membongkar ketimpangan alokasi anggaran dalam Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) tahun 2024.
Lewat serangkaian unggahan di Instagram Story, Leony menguliti satu per satu pos belanja dari dokumen setebal lebih dari 520 halaman tersebut. Hasilnya? Bikin geleng-geleng kepala!
Leony Kaget Bukan Kepalang: Pajak Rakyat untuk Siapa?
Leony mengaku kaget bukan kepalang saat menemukan perbandingan yang sangat kontras antara anggaran untuk kebutuhan birokrasi dengan belanja infrastruktur publik.
“Jadi klo kaya gini nih pajak dari rakyat untuk rakyat ga ya?” tulis Leony di Instagram, Jumat (19/9/2025), menyiratkan kekecewaannya.
Anggaran Janggal yang Dibongkar Leony:
– Konsumsi Rapat: Rp 60 Miliar
– Souvenir/Cendera Mata: Rp 20,48 Miliar
– Biaya Perjalanan Dinas: Rp 117 Miliar
– Pemeliharaan Jalan, Jaringan, dan Irigasi: Rp 731 Juta
Perjalanan Dinas Pejabat Lebih Penting dari Jalan Rusak?
Leony menyoroti anggaran perjalanan dinas pejabat Tangsel yang mencapai Rp 117 miliar. Angka ini sangat jauh dibandingkan dengan anggaran pemeliharaan jalan, jaringan, dan irigasi yang hanya mendapat alokasi sekitar Rp 731 juta.
Baca Juga:
Pantai Glagah: Gemerlap Wisata, Nestapa Kalurahan? Pemkab Kulon Progo Diduga Abaikan Sewa TKD!
“Nah ini mungkin soalnya yang lebih penting buat dibiayain, biaya perjalanan dinas mereka sampai Rp 117 miliar,” tulis Leony dengan nada satir.
Awalnya Karena Pajak Warisan, Akhirnya Bongkar APBD
Leony mengungkapkan bahwa awalnya ia tergerak untuk melihat Laporan Keuangan Pemkot Tangsel karena pengalaman pribadi: ia harus membayar pajak warisan rumah ayahnya yang cukup besar.
Dari situ, Leony penasaran ke mana saja uang pajak warga Tangsel digunakan, lalu membuka dokumen laporan keuangan yang tebalnya lebih dari 520 halaman.
Warganet Geram, Dukung Leony Bongkar Ketidakadilan!
Unggahan Leony langsung viral dan menuai banyak dukungan dari warganet. Banyak yang setuju bahwa prioritas anggaran seharusnya lebih banyak dialokasikan untuk infrastruktur dan kebutuhan dasar warga, bukan hal-hal seremonial seperti rapat atau cendera mata.
“Mantap Leony! Suarakan terus ketidakadilan ini!” tulis seorang warganet.
“Pajak kami buat jalan-jalan pejabat? Parah!” timpal warganet lainnya.
Pemkot Tangsel Bungkam, Polemik Memanas!
Hingga kini, pihak Pemkot Tangsel belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan yang disampaikan Leony.
Namun, polemik tersebut sudah terlanjur membuka diskusi lebih luas tentang transparansi dan prioritas penggunaan APBD daerah.
Baca Juga:
Peringatan Isra Mi’raj 1446H/2025M di SMKN 1 Gunung Labuan
Akankah Pemkot Tangsel berbenah? Atau justru tetap bungkam dan mengabaikan suara rakyat?
















