PATI – Aksi demonstrasi yang digelar oleh massa yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu di depan Gedung DPRD Pati, Jawa Tengah, pada Jumat (19/9/2025) akhirnya bubar setelah pimpinan DPRD Pati menjanjikan akan memenuhi tuntutan mereka. Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, dan Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, turun langsung menemui massa demonstran sekitar pukul 16.10 WIB.
Ali Badrudin dan Hardi terlihat berjalan kaki dari kantor DPRD Pati menuju truk yang menjadi pusat komando aksi unjuk rasa Masyarakat Pati Bersatu.
Dengan pengawalan ketat, keduanya lantas berdiri di atas truk untuk merespons tuntutan yang disuarakan dalam demonstrasi 19 September tersebut.
Sebelum menemui massa, kedua pimpinan DPRD itu terlebih dahulu melakukan audiensi dengan perwakilan Masyarakat Pati Bersatu di ruangan rapat gabungan DPRD Pati.
“Intinya, kami DPRD Pati akan melaksanakan semua tuntutan yang telah disampaikan. Kami pastikan juga Ketua Pansus tidak akan diganti. Mari kita tetap jaga kondusivitas Pati,” ungkap Ali, yang merupakan politisi dari PDI-P, di hadapan massa.
Baca Juga:
Banten Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan Lewat Infrastruktur, Pelayanan, dan Kolaborasi Masyarakat
Sementara itu, Hardi, yang merupakan politisi dari Partai Gerindra, berjanji akan menyampaikan tuntutan massa, salah satunya terkait pemecatan Bupati Pati, Sudewo, dari kepengurusan Partai Gerindra.
“Pada prinsipnya, Partai Gerindra mendukung penuh Pansus Hak Angket DPRD Pati yang sedang berjalan. Tuntutan untuk mengganti Irianto Budi Utomo, salah satu anggota Pansus Hak Angket DPRD Pati dari Gerindra, akan kita tindaklanjuti. Untuk soal Pak Sudewo, akan kami sampaikan kepada DPP Gerindra,” janji Hardi.
Setelah mendengar janji-janji dari pimpinan DPRD Pati, massa demonstran kemudian bersiap untuk membubarkan diri dengan tertib.
Beberapa anggota massa bahkan terlihat ikut membersihkan sampah sisa-sisa demonstrasi bersama anggota TNI dan Polri. Arus lalu lintas di depan Gedung DPRD Pati yang sebelumnya sempat ditutup pun kembali lancar.
“Alhamdulillah, tuntutan kita sudah diterima. Sekarang, kita tunggu hasilnya. Kami harap seluruh warga pulang ke rumah masing-masing dengan tertib tanpa melakukan tindakan anarkis,” pungkas Supriyono alias Botok, Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
Baca Juga:
Keris Naga Siluman Pulang Kampung: Warisan Diponegoro Kembali ke Indonesia Setelah Berabad-Abad!
Adapun tuntutan yang disuarakan oleh massa antara lain adalah pengunduran diri Bupati Pati Sudewo, pengawalan tuntas proses Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Sudewo oleh partai politik, pemecatan kader atau anggota DPRD yang dianggap tidak bekerja maksimal, komitmen DPC Gerindra untuk mengawal kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Bupati Sudewo, pemecatan Sudewo dari Partai Gerindra, serta mempertahankan Bandang Teguh Waluyo sebagai Ketua Pansus pemakzulan dari PDI-P.















