JAKARTA – Publik dibuat heboh dengan serangkaian anomali yang terjadi pada data calon wakil presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka di situs resmi KPU. Mulai dari data pendidikan yang awalnya hanya tertulis “Pendidikan Terakhir” hingga mendadak sulit diakses dan kemudian berubah menjadi “S1”, kejanggalan ini memicu spekulasi liar dan pertanyaan besar: ada apa dengan riwayat pendidikan Gibran?
Kejadian ini semakin memperkeruh suasana setelah KPU sempat menuai kritik pedas atas rencana kontroversialnya untuk merahasiakan dokumen para kandidat Pilpres 2024.
Meskipun akhirnya dibatalkan, upaya tersebut meninggalkan luka mendalam di hati masyarakat dan memicu gelombang protes di dunia maya.
Netizen yang merasa geram pun tak tinggal diam. Mereka beramai-ramai melakukan investigasi digital terhadap data para peserta Pilpres 2024. Hasilnya, mereka menemukan sejumlah kejanggalan mencolok terkait data pendidikan Gibran di situs KPU.
Menurut penelusuran Matasnews.id pada Rabu (17/9/2025), data pendidikan Gibran pada awalnya hanya menampilkan keterangan “Pendidikan Terakhir” tanpa rincian lebih lanjut. Namun, pada malam harinya, data tersebut mendadak lenyap dari situs KPU.
Upaya mengakses informasi tersebut, baik melalui perangkat seluler maupun komputer, selalu berujung pada kegagalan. Pengguna hanya disuguhi tampilan berisi tulisan panjang yang menyebutkan masalah “hak cipta”.
Misteri ini berlanjut hingga Kamis (18/9/2025) pagi. Data pendidikan Gibran masih belum bisa diakses. Baru pada sekitar pukul 10.20 WITA, informasi tersebut kembali muncul di situs KPU. Anehnya, keterangan “Pendidikan Terakhir” telah berganti menjadi “S1”.
Baca Juga:
Panen Raya Jagung Polres Serang: Bukti Nyata Sinergi Polri dan Petani Wujudkan Swasembada Pangan!
Netizen Ungkap Keanehan Riwayat Sekolah Gibran
Setelah data Gibran kembali bisa diakses, seorang pegiat media sosial bernama Dokter Tifa kembali menemukan kejanggalan. Ia menyoroti riwayat pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School, sebuah sekolah menengah di Singapura.
“Orchid Park Secondary School adalah sekolah lanjutan setelah Sekolah Dasar dengan masa studi 4 tahun,” tulis Dokter Tifa di akun media sosialnya. “Artinya, Orchid Park menerima anak lulus SD untuk melanjutkan SMP dan SMA di situ. Bingung juga kalau betul Gibran sekolah di situ tahun 2002-2004, alias hanya dua tahun.”
Pertanyaan Dokter Tifa ini memicu perdebatan sengit di kalangan netizen. Banyak yang mempertanyakan mengapa Gibran hanya bersekolah di Orchid Park selama dua tahun, padahal sekolah tersebut menawarkan program pendidikan selama empat tahun.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak KPU maupun Gibran terkait kejanggalan data pendidikan tersebut.
Publik pun menanti penjelasan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai misteri yang menyelimuti riwayat pendidikan sang calon wakil presiden.
Baca Juga:
Soliditas TNI-Polri Terjalin dalam Buka Puasa Bersama
Apakah ini hanya sekadar kesalahan teknis atau ada sesuatu yang disembunyikan? Publik berhak tahu!
















