JAKARTA – Sebuah gebrakan mengejutkan terjadi di tubuh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)! Dua nama besar dari raksasa consumer goods, Unilever Indonesia, resmi menduduki kursi penting di perusahaan telekomunikasi plat merah tersebut. Ira Noviarti, mantan Presiden Direktur Unilever Indonesia, kini menjabat sebagai Komisaris, menggantikan Ismail.
Sementara itu, Willy Saelan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur HR Unilever Indonesia, didapuk sebagai Direktur Capital, menggantikan Henry Christiadi. Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa (16/9/2025).
Langkah ini sontak menimbulkan spekulasi di kalangan analis dan pelaku pasar. Apa gerangan yang membuat Telkom, perusahaan dengan DNA teknologi yang kuat, memilih dua sosok yang selama ini berkecimpung di industri barang konsumsi?
Apakah ini sinyal bahwa Telkom akan semakin agresif dalam melakukan transformasi digital dan merambah pasar yang lebih luas?
Ira Noviarti, bukan nama sembarangan di dunia bisnis Indonesia. Alumni Universitas Indonesia jurusan Akuntansi Keuangan ini dikenal sebagai sosok yang visioner dan kaya pengalaman.
Sebelum menjabat sebagai Presdir Unilever Indonesia, Ira telah malang melintang di berbagai posisi strategis, mulai dari Direktur Ice Cream hingga Direktur Beauty and Personal Care.
Keberhasilannya membesarkan merek-merek ternama seperti Lifebuoy dan Pepsodent menjadi bukti nyata akan kemampuannya dalam memimpin dan berinovasi. Ira Noviarti adalah figur yang tidak diragukan lagi kapasitasnya.
Sementara itu, Willy Saelan juga bukan pemain baru di kancah bisnis. Perjalanan karirnya di Unilever dimulai dari level terbawah, sebagai Management Trainee Human Resources pada tahun 1995.
Baca Juga:
HUT TNI ke-80: Kodim 0602/Serang Gelar Lomba Merpati Kolong Meriah Bersama PMKN
Sempat meninggalkan Unilever pada tahun 2006, Willy kembali setahun kemudian dan meniti karir di London dan Singapura sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
Pengalamannya sebagai Acting Head of HR untuk Unilever Australia dan New Zealand semakin mengukuhkan reputasinya sebagai seorang profesional yang handal.
Dengan pengalaman segudang di bidang manajemen, branding, dan pengembangan sumber daya manusia, Ira dan Willy diharapkan dapat membawa angin segar bagi Telkom.
Banyak pihak meyakini bahwa kehadiran mereka akan mempercepat proses transformasi digital Telkom dan membantunya untuk bersaing di era yang semakin kompetitif.
Namun, tantangan yang dihadapi Ira dan Willy tentu tidaklah mudah. Telkom adalah perusahaan besar dengan birokrasi yang kompleks.
Mereka harus mampu beradaptasi dengan cepat dan membangun sinergi dengan tim yang sudah ada.
Selain itu, mereka juga harus mampu menjawab ekspektasi para pemegang saham dan masyarakat yang menginginkan Telkom untuk terus berinovasi dan memberikan layanan yang terbaik.
Apakah Ira dan Willy mampu membawa Telkom menuju era keemasan baru? Waktu yang akan menjawab.
Baca Juga:
Bupati Serang: Tidak Ada Toleransi untuk Pungli di PT Nikomas Gemilang
Yang jelas, penunjukan mereka sebagai bos baru Telkom adalah sebuah langkah berani dan menjanjikan. Kita tunggu saja gebrakan-gebrakan selanjutnya!
















